Surabaya – Dalam dunia kedokteran gigi, inovasi terus-menerus dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengobatan. UNAR dalam sebuah tim mahasiswa telah memulai riset inovatif yang berpotensi besar dalam pencegahan penyakit periodontal, khususnya bagi penderita diabetes melitus.
Proyek yang berjudul “Formulasi Produk Inovatif O-Chadent Omega-3 dalam Minyak Bandeng sebagai Bahan Dasar Dentifrice Pencegah Penyakit Periodontal pada Penderita Diabetes Melitus” ini beranggotakan: Amalia Khusna Lathifah (Ketua), Lina Nur Laili, Chyeisha Priscilla Serafinne, Almadhani Nur Fadila, Griselda Yolanda, dan dibimbing oleh Dr. Irma Josefina Savitri, drg., Ph.D., Sp. Perio(K)., telah berhasil mendapatkan progress yang signifikan.
Tahap pertama penelitian ini, yang meliputi ekstraksi minyak bandeng menggunakan metode soxhlet, telah berhasil dilakukan. Metode ini efektif dalam mengekstrak kandungan minyak yang kaya akan Omega-3, yang dikenal dengan manfaatnya yang luar biasa dalam mengurangi inflamasi.
Selanjutnya, tim telah menyelesaikan uji fisiokimia yang mencakup uji rendemen, asam lemak bebas, angka peroksida, dan profil asam lemak minyak bandeng. Hasil-hasil ini sangat penting untuk memastikan bahwa kualitas minyak yang digunakan dalam pembuatan dentifrice memenuhi standar yang diperlukan untuk efikasi maksimal dalam aplikasi klinis.
Saat ini, tim sedang berada di tahap uji karakterisasi, yang meliputi uji antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Mereka berfokus pada pencarian hasil terbaik yang akan memungkinkan formulasi dentifrice yang tidak hanya efektif dalam mencegah penyakit periodontal, tetapi juga aman dan nyaman untuk digunakan oleh penderita diabetes melitus. Uji ini sangat krusial karena menentukan potensi produk final dalam mengatasi masalah periodontal yang sering kali lebih parah pada individu dengan diabetes.
Kesuksesan proyek ini diharapkan tidak hanya akan membawa solusi baru dalam perawatan periodontal untuk penderita diabetes melitus tetapi juga menambah wawasan dalam penggunaan bahan alami, seperti minyak bandeng, dalam produk-produk kesehatan kedepannya.
Dengan kemajuan yang telah dicapai, tim PKM UNAIR ini menunjukkan bagaimana inovasi berbasis riset dapat membawa dampak positif yang luas, sekaligus memperkaya pendidikan dan semangat mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dan Dunia.






