Surabaya, 08 November 2024 ” Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. 51¶¯Âþ berkolaborasi dengan Fakulti Pergigian Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam sebuah kegiatan sosial bertajuk Community Service, yang mencakup layanan screening gigi gratis untuk masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Briged Tengah PGA Polis Diraja, yang terletak di Malaysia, pada tanggal 31 Oktober 2024. Program ini ditujukan kepada polisi dan anggota keluarganya serta warga setempat untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut serta mewujudkan akses kesehatan yang lebih luas.

Gambar 1. Pemeriksaan screening.
Kegiatan yang diadakan merupakan bentuk kerja sama lintas negara antara UNAIR dan UiTM yang telah terjalin lama. UNAIR mengirimkan 39 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang tergabung dalam Dental Enrichment Program, yang merupakan program pertukaran pelajar. Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan akademis, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk langsung terjun ke masyarakat dalam memberikan layanan kesehatan, terutama terkait masalah kesehatan gigi. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara langsung dan menghadapi berbagai kasus kesehatan gigi yang berbeda. Mahasiswa UNAIR juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja dalam tim lintas budaya dengan mahasiswa UiTM, yang memperkaya pengalaman mereka di bidang kesehatan gigi.
Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan dosen dan dokter gigi dari kedua institusi, yang berperan sebagai mentor dan pengawas. Mereka membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah kesehatan gigi pada pasien dan memberikan pengarahan untuk tindakan medis yang tepat. Setiap dental chair dilengkapi dengan satu mahasiswa UNAIR dan satu mahasiswa UiTM, yang dibimbing oleh seorang dokter gigi dari UiTM.
Bagi masyarakat, kesempatan untuk mendapatkan layanan kesehatan gigi secara gratis adalah hal yang sangat berharga. Banyak dari mereka mungkin belum sempat atau bahkan tidak mampu mengakses layanan kesehatan gigi yang memadai. Dengan adanya screening ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut mereka, mendapatkan saran terkait perawatan yang diperlukan, dan jika ditemukan masalah serius, mereka dapat dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Antusiasme partisipan dapat dilihat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Selain melakukan pemeriksaan gigi, para mahasiswa juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Dalam penyuluhan ini, mahasiswa menjelaskan cara menyikat gigi yang benar. Mahasiswa juga menekankan pentingnya pola makan yang sehat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan ini bertujuan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan masalah gigi melalui kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun efektif.
Salah satu mahasiswa UNAIR, Winda, yang ikut menjadi bagian menjadi asisten dokter gigi, memberikan kesannya, œSebagai mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar, saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam kegiatan kolaborasi FKG UNAIR dan UiTM ini. Melalui layanan screening gratis ini, kami dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesehatan gigi masyarakat sekaligus mengasah keterampilan kami di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat tetapi juga bagi mahasiswa UNAIR dan UiTM yang terlibat. Para mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan mahasiswa UiTM, bertukar pengalaman dan pendekatan dalam menangani pasien dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda, sehingga meningkatkan pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan antar dua universitas. Interaksi ini memperkaya wawasan dan membangun keterampilan mereka dalam bekerja dalam tim internasional, yang merupakan bekal penting sebagai calon tenaga kesehatan profesional yang mampu menghadapi beragam kondisi dan budaya.
UNAIR dan UiTM berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi masyarakat yang mendapatkan layanan kesehatan gigi, maupun bagi mahasiswa yang terlibat. Bagi masyarakat, adanya kegiatan ini membuka akses kesehatan yang mungkin sebelumnya sulit dijangkau, sehingga masalah kesehatan gigi dan mulut dapat terdeteksi lebih awal. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka menjadi tenaga kesehatan gigi profesional yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis tetapi juga empati dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat. Kedua institusi berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk kerja sama serupa di masa depan, memperluas jangkauan layanan kesehatan gigi dan mempererat hubungan antara kedua institusi.




