51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pererat Keharmonisan antara Mahasiswa FKG UNAIR dan UiTM dengan Olahraga dan Tukar Menukar Budaya

Surabaya, UNAIR “ 39 mahasiswa kedokteran gigi 51¶¯Âþ (UNAIR) dan 40 mahasiswa fakulti pergigian Universiti Teknologi MARA (UiTM), melaksanakan kegiatan Sports Friendly Match dan Cultural Lunch yang dilaksanakan di Fakulti Pergigian Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Selangor, Malaysia pada hari Sabtu, 2 November 2024.

Kegiatan Sports Friendly Match diawali dengan senam aerobik di pagi hari yang dipimpin oleh para mahasiswa UiTM serta diikuti oleh mahasiswa FKG UNAIR. Senam aerobik tersebut tidak hanya bermanfaat untuk fisik, namun menghadirkan kesempatan untuk bersosialisasi serta menciptakan ikatan yang erat antara mahasiswa FKG UNAIR dan UiTM.

Setelah kegiatan senam aerobik, acara pada hari itu dilanjutkan dengan telematch atau team building yang merupakan serangkaian permainan fisik yang bertujuan untuk mendorong kekompakan tim. Sebelum dilakukannya telematch, mahasiswa FKG UNAIR dan UiTM dibagi menjadi beberapa tim dengan setiap masing-masing tim beranggotakan mahasiswa FKG UNAIR dan UiTM. Telematch tersebut menyediakan berbagai permainan dan beberapa di antara nya merupakan permainan khas Malaysia. Permainan fisik tersebut antara lain ˜galah panjang™ yang merupakan permainan antara dua kelompok untuk melewati kotak-kotak garis pada tanah yang memiliki mekanisme seperti permainan ˜gobak sodor™. Permainan kedua adalah ˜batu seremban™, dimana sang pemain mengumpulkan dan melempar batu kecil menggunakan tangan. Permainan terakhir ditutup oleh ˜siapa yang rosak™ dengan mekanisme salah satu anggota kelompok mengintruksikan anggota kelompok yang lain untuk menghafalkan setiap gerakan yang diberikan dan jika terdapat salah satu anggota kelompok yang salah gerakan, maka kelompok tersebut terhitung gugur.

œIt is something new for me to be able to introduce Malaysian culture to UNAIR students. I hope that with our shared “roots,” we can create a platform for good cooperation in the future, kalimat tersebut datang dari salah satu mahasiswi fakulti pergigian UiTM, Alisya Nadia binti Mohd Najib, yang juga mengikuti kegiatan Sports Friendly Match.

œSebetulnya permainan khas Malaysia ini kurang lebih sama seperti apa yang biasa kami lakukan saat kecil di Indonesia. Galah panjang disini cara bermainnya hampir sama seperti gobak sodor yang ada di Indonesia, namun ada beberapa mekanisme yang berbeda. Batu seremban cara bermainnya juga sama seperti permainan bola bekel, hanya saja di sini tidak memakai bola dan digantikan oleh kain berisikan kerikil atau pasir, ujar Muhammad Fahmi Bayaysut mahasiswa FKG UNAIR yang mengikuti Dental Enrichment Program di Selangor, Malaysia.

Sports Friendly Match menjadi ajang untuk mempererat hubungan persaudaraan antara mahasiswa FKG UNAIR dan UiTM serta menambah relasi dalam skala internasional.

Sebagai kelanjutan dari semangat kebersamaan yang terjalin, acara berikutnya pun digelar, yakni Cultural Lunch”sebuah kesempatan untuk semakin memperdalam kebersamaan dan apresiasi terhadap nilai budaya. Tampak di dalam Al Jabar Hall mahasiswa dan dosen pengajar FKG UNAIR yang duduk melingkar menggunakan baju adat khas dari daerah masing-masing.

Cultural Lunch dimulai dengan sambutan dari Dekan Fakultas Pergigian Universiti Teknologi MARA (UiTM), Profesor Dr. Aida Nur Ashikin Abd Rahman, yang dengan hangat menerima kedatangan 39 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ selama 5 hari berjalannya Dental Enrichment Program. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Dini Setyowati, drg., MPH., PhD., Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ, dan pidato yang disampaikan oleh Nimas Ulinar Damessa Sinaga sebagai representatif dari mahasiswa FKG UNAIR.

Hidangan yang disajikan pada acara Cultural Lunch sangat bervariasi, dengan berbagai rasa seperti manis, asin, gurih, asam, dan pedas, yang berpadu layaknya sebuah simfoni. Sambil menikmati hidangan khas Malaysia, para tamu juga disuguhi pertunjukan yang dibawakan oleh mahasiswa dan dosen dari UNAIR serta UiTM. Lagu-lagu daerah seperti Yamko Rambe Yamko dari Papua dan Gemu Fa Mi Re atau Maumere dari Nusa Tenggara Timur dibawakan oleh dosen dari FKG UNAIR, yang kemudian dinyanyikan bersama dengan mahasiswa FKG UNAIR dan UiTM yang ikut memeriahkan penampilan saat Cultural Lunch.

Gambar 2. Penampilan Stovit Saman Squad

Sebagai penutupan, acara Cultural Lunch kali ini berhasil menghadirkan suasana yang semakin meriah dengan penampilan luar biasa dari Stovit Saman Squad, yang memukau semua hadirin dengan tari Saman tradisional. Setelah itu, acara berlanjut ke Awarding Ceremony, di mana penghargaan diberikan kepada para peserta dan tim yang berkompetisi dalam Sports Friendly Match. Momen puncak acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama, yang menjadi kenangan manis bagi semua yang terlibat. Dengan bis yang sudah siap mengantar, mahasiswa UNAIR pun perlahan meninggalkan tempat acara, membawa pulang pengalaman dan kenangan tak terlupakan dari kegiatan yang penuh kebersamaan ini.

AKSES CEPAT