Surabaya, fkg.unair Program Studi Bedah Mulut dan Maksilofasial (BMM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 51 (UNAIR) berikan tindakan operasi bibir sumbing gratis pada kegiatan pengmas terbarunya. Operasi dilakukan pada tujuh pasien di RSUD dr Mohammad Zyn, Sampang, Madura Jumat-Sabtu (10-11/2/2023).
Menurut Ita Mustainah selaku panitia acara, agenda bertajuk Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit tersebut adalah kegiatan rutin. Di Sampang sendiri, agenda tersebut telah diselenggarakan kelima kalinya sejak Januari 2022. Atas kerjasama yang terjalin, khususnya dengan PDGI Cabang Sampang, dan juga tim RSUD dr Mohammad Zyn, kegiatan ini dapat diselenggarakan, ungkap mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) itu.
Sebelumnya, kata Ita, masyarakat yang memenuhi kriteria telah dijaring melalui survei seminggu sebelum jadwal kegiatan operasi. Saat itu antusias warga sangat luar biasa. Dari 19 pasien dengan berbagai kondisi, akhirnya terpilih tujuh pasien yang memungkinkan untuk mendapatkan operasi. Mayoritas pasien adalah anak usia kurang dari tiga tahun.
Kebanyakan pasien tidak dapat dilanjutkan persiapan operasi karena berat badan ataupun umur yang kurang, ujarnya.
Selain melakukan operasi gratis, tim pengmas juga memberikan edukasi terkait kondisi celah bibir dan lelangit, mendampingi pasien selama perawatan di RS hingga kontrol, serta memberikan buku panduan perawatan post operasi.
Ita menambahkan, tindakan operasi dilakukan dengan pembiusan lokal dan pembiusan umum agar cacat bawaan tersebut dapat tertangani dengan baik. Kembalinya bentuk bibir dan lelangit menjadi baik akan mengobati pasien dari segi fisik maupun kejiwaan.
Sementara itu, aksi baksos kali ini mendapatkan sambutan hangat dan antusias yang sangat tinggi dari masyarakat dan instansi setempat. Khususnya dari keluarga pasien. Mereka bersyukur atas bantuan yang diberikan dalam perawatan kondisi keluarga mereka.
Operasi hingga kontrol, semua berjalan lancar. Meskipun banyak pasien yang belum memenuhi kriteria operasi, mereka menunjukkan tekad penuh semangat dengan menggali informasi selama survei terkait kiat mencapai kriteria operasi maupun agenda bakti sosial selanjutnya, ungkap Ita.
Sebagai informasi, BMM FKG UNAIR rutin mengadakan bakti sosial operasi celah bibir dan lelangit. Lokasinya berbeda-beda, seperti Kupang, Lombok, Bima, Semarang, Situbondo, dan yang terbaru di Sampang dan masih banyak lagi.
Ita berharap, kegiatan baksos dapat turut membangun jejaring lintas sektor antara pihak-pihak yang terkait. Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan eksistensi dari masing-masing pihak.
Dengan kerjasama yang baik antara beberapa pihak yang terkait, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut berkesinambungan. Sehingga tercapai tujuan kegiatan tersebut yaitu peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang seutuhnya, harap Ita. (*) (err)






