SURABAYA “ Penanganan kasus kompleks Bilateral Cleft Lip and Palate (BCLP) pada bayi prematur menjadi sorotan utama dalam rangkaian forum internasional APAN61 yang diselenggarakan di Research Center Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 51¶¯Âþ. Dalam sesi ilmiah tersebut, Prof. Sindy Cornelia Nelwan membedah materi krusial bertajuk “Precision and Personalized Presurgical Orthopedics in a Preterm Infant with Bilateral Cleft Lip and Palate: A Paediatric Craniofacial Perspective”. Beliau menekankan bahwa pendekatan ortopedi prabedah yang dipersonalisasi merupakan kunci utama dalam menjamin keberhasilan rekonstruksi kraniofasial pada pasien bayi dengan risiko tinggi.
Pemaparan yang berlangsung secara hybrid dalam kerangka APAN61 ini dipandu oleh Dr. Amrita Widyagarini sebagai MC dan dimoderatori oleh Dr. Aditya Anugrah. Prof. Sindy menjelaskan secara mendalam bahwa setiap intervensi medis pada bayi prematur harus dihitung dengan tingkat presisi tinggi agar selaras dengan pertumbuhan biologis yang sangat sensitif. Sesi ini menjadi momen penting bagi mahasiswa PPDGS Spesialis Kedokteran Gigi Anak untuk mendalami teknik klinis terbaru seperti nasoalveolar molding (NAM) dan lip taping yang diakui secara internasional.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan kehadiran delegasi dari berbagai institusi besar, termasuk partisipan dari Universitas Indonesia dan tuan rumah 51¶¯Âþ. Diskusi berlangsung dinamis, melibatkan pertanyaan kritis dari para staf departemen yang sedang menjalankan tugas dalam skema inbound maupun outbound. Dengan fokus pada efektivitas perawatan dini melalui jaringan APAN61, paparan Prof. Sindy diharapkan menjadi standar referensi baru bagi para klinisi dalam menangani kasus kraniofasial di tingkat nasional maupun internasional.




