Malaysia, 15-16 Februari 2025 “ Pelaksanaan BBK Penyetaraan Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ periode 2025 yang dilaksanakan di MAHSA University, Malaysia, melibatkan program CSR (Corporate Social Responsibility) atau Community Outreach pada kelompok masyarakat indigenous yang bertempat tinggal di Kampung Orang Asli Kuang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada hari Sabtu, 15 Februari hingga Minggu, 16 Februari 2025 bersama dengan dokter spesialis selaku supervisor, mahasiswa pasca sarjana, dan mahasiswa tahun ke-4 MAHSA University.

Program CSR yang dilaksanakan di Kampung Orang Asli Kuang ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait oral health kepada masyarakat setempat dan juga dilaksanakan screening sebagai salah satu bentuk tindakan awal untuk mengecek keadaan rongga mulut masyarakat setempat, mengingat masyarakat setempat mempunyai risiko tinggi menderita kanker rongga mulut karena kebiasaan menginang dan merokok. Edukasi terkait oral health diberikan melalui bentuk puppet show sehingga menarik perhatian anak-anak untuk menyimak materi yang ingin disampaikan. Dalam puppet show yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh mahasiswa FKG UNAIR, menampilkan pertunjukan yang bercerita tentang waktu yang baik untuk menyikat gigi dan jenis-jenis makanan yang seharusnya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Adapun screening yang dilakukan oleh para dokter gigi dan mahasiswa tahun keempat MAHSA University turut melibatkan mahasiswa FKG UNAIR dalam membantu mempersiapkan peralatan untuk screening dan juga diajarkan untuk mengisi odontogram yang berbeda dari DMFT. Hal ini tentu menambah pengetahuan sekaligus pengalaman kepada mahasiswa FKG UNAIR karena mendapatkan hal yang menunjang kebutuhan pada saat memasuki klinik nanti. Adapun alur sebelum screening dilakukan adalah pasien diarahkan menuju ke meja registrasi terlebih dahulu kemudian setelah mengisi registrasi, pasien diberikan kertas untuk nanti diisi oleh operator dan akan diarahkan menuju ke area pemeriksaan untuk dilakukan screening. Setelah screening selesai dilakukan operator akan mengisi kertas yang sebelumnya telah diberikan untuk dibawa ke meja edukasi untuk dilakukan KIE terkait hasil screening sebelumnya. Setelah KIE selesai dilakukan, apabila pasien anak maka akan dipersilahkan untuk menonton puppet show, dan kemudian mengikuti perlombaan menggambar.

Antusiasme warga setempat sangatlah tinggi dalam mengikuti screening ini, khususnya anak-anak karena dengan puppet show dan perlombaan menggambar mereka lebih diajak untuk bermain sembari diberikan edukasi terkait kesehatan gigi dan mulut. Diadakan juga games dihari kedua dan diberikan hadiah untuk anak yang berhasil memenangkan games tersebut. Pengalaman yang luar biasa dalam CSR ini menjadi hal yang paling dikenang baik itu oleh masyarakat setempat, dokter dan mahasiswa MAHSA University, dan juga mahasiswa FKG UNAIR, karena tidak hanya memberikan edukasi, tetapi pertemanan yang erat juga terjalin diantara ketiga belah pihak. Diharapkan melalui screening dan edukasi terkait oral health yang dilakukan dapat menyadarkan masyarakat setempat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.




