51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Workshop Penanganan Pasien Tunarungu, Tunawicara, dan Tunanetra guna Mengasah Empati Mahasiswa FKG UNAIR yang diselenggarakan oleh FKG UiTM

Surabaya , 15 November 2024 “ Dalam rangka pertukaran pelajar, Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ (UNAIR), Surabaya, Indonesia bekerja sama dengan Universitas Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Selangor, Malaysia yang mana diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober – 3 November 2024. Kegiatan ini merupakan Exposure dari Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ (UNAIR) guna untuk menambah dan menukar ilmu, kegiatan Student Exchange ini merupakan salah satu program Dental Enrichment. Pada pertukaran pelajar tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Teknologi MARA (UiTM) menyelenggarakan beberapa workshop salah satunya penanganan pasien tunarungu, tunawicara, dan tunanetra di hari Rabu, 30 Oktober 2024 yang diadakan dan difasilitasi oleh Departemen Special Care Universitas Teknologi MARA (UiTM) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ (FKG UNAIR) dalam menangani pasien dengan kebutuhan khusus, seperti tunarungu, tunawicara, dan tunanetra. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun kesadaran dan empati di kalangan calon dokter gigi terhadap tantangan yang dihadapi oleh pasien dengan penyandang disabilitas.

Gambar 1. Mahasiswa UNAIR memperagakan salah satu penyandang tunanetra

Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik komunikasi yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan pasien yang mengalami kesulitan dalam mendengar atau berbicara. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan cara memahami dan menghargai kebutuhan individu dari pasien tunanetra, sehingga mereka dapat memberikan perawatan yang lebih baik dan lebih manusiawi. Melalui simulasi dan latihan praktis, peserta dapat merasakan langsung pengalaman yang dihadapi oleh pasien, yang diharapkan akan meningkatkan rasa empati mereka.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Pada kegiatan tersebut mahasiswa UNAIR dibawah pimpinan oleh Dr. Mas Suryalis Ahmad dan dibantu oleh Pendidikan Profesi Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) FKG UiTM yang mana termasuk praktisi kesehatan pada bidang special care, workshop ini memperkaya perspektif mahasiswa mengenai pentingnya pelayanan kesehatan yang inklusif. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi semua pasien, tanpa terkecuali.

Gambar 2. Dentisign yang digunakan untuk berkomunikasi dengan tunawicara dan tunarungu

Dengan mengikuti workshop ini, kami memiliki wawasan baru mengenai cara perawatan dental kepada pasien tunanetra, tunawicara, dan tunarungu. Kami juga mendapatkan pandangan baru kalau kami perlu banyak memperhatikan aspek-aspek yang diperlukan pada pasien tersebut seperti akses masuk, cara komunikasi, dan penanganan yang tepat. Serta, peran penting pada perawatan dental bukan hanya operator tetapi peran pendamping pasien juga sangat penting

Sebagai hasil dari workshop, diharapkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ dapat melakukan penanganan untuk penyandang Tunanetra, Tunawicara, dan Tunarungu dengan tepat, serta semakin peka dan siap menghadapi tantangan dalam praktik kedokteran gigi. Membangun empati merupakan langkah penting dalam menciptakan dokter gigi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan pasien. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam layanan kesehatan yang lebih inklusif di masa depan.

 

AKSES CEPAT