Aplikasi pembelajaran pembuatan semen beku tipe pellet melatih mahasiswa Pendidikan
Profesi Dokter Hewan 38 Kelompok D mampu berpikir kreatif dan inovatif. Pembuatan semen
beku tipe pellet ini memiliki tujuan untuk penyimpanan semen hewan yang lebih tahan lama.
Mahasiswa PPDH 38 Kelompok D membuat semen beku tipe pellet pada Senin, 24 Juli 2023 yang
didampingi langsung oleh Dr. Tri Wahyu Suprayogi, drh., M.Si
Pembuatan semen beku tipe pellet diawali dengan pembuatan diluter dari susu skim dan
kuning telur. Setelah pembuatan diluter selesai mahasiswa PPDH 38 Kelompok D melakukan
penampungan semen pada domba jantan yang dimiliki oleh Fakultas Kedokteran Hewan
UniversitasAirlangga. Dari semen yang ditampung didapatkan presentase motilitas 95% dengan
gerak massa (+++) yang mengandung spermatozoa hidup yang banyak dan aktif. Maka syarat
untuk dilakukan pembuatan semen beku tipe pellet memenuhi syarat.
Proses pembuatan semen beku tipe pellet yang dilakukan oleh mahasiswa PPDH 38
Kelompok D yaitu memasukkan larutan A, larutan B dan termometer ke water jacket kemudian
masukan ke lemari es hingga suhunya mencapai 50 C kurang lebih membutuhkan waktu 1-1,5 jam.
Lalu mereka mencampurkan larutan B ke larutan A perlahan lahan dalam waktu 1 jam yaitu dengan
cara menuangkan ¼ bagian kemudian ditunggu 15 menit, seterusnya sampai di larutan B habis (penuangan larutan B ke larutan A dilakukan didalam lemari es), proses tersebut dinamakan proses
gliserolisasi. Setelah itu mereka diamkan pada suhu 50C selama 1 jam atau disebut juga sebagai
waktu equilibrasi. Setelah waktu equilibrasi selesai mereka melakukan pemeriksaan before freezing dengan
cara meneteskan setetes (yang sudah mengalami waktu equilibrasi) lalu diamati dibawah
mikroskop perbesaran 100X atau 400X dengan hasil ≥ 60%. Mahasiswa PPDH 38 Kelompok D
kemudian membuat lubang kecil-kecil pada dry ice (CO2 padat) yang diteteskan campuran air mani
dan diluter yang sudah mengalami equilibrasi ke dalam lubang-lubang dry ice dengan memakai
mikropipet sebanyak 0,25ml/lubang dibiarkan selama 5 menit, selanjutnya dilakukan pemeriksaan
post thawing motility (PTM). Adapun pemeriksaan PTM dilakukan pada (1) suhu 27oC selama 45
detik, (2) suhu 35oC selama 30 detik, (3) suhu 37oC selama 15 detik, (4) suhu 50oC selama 10 detik
dan (5) suhu 75oC selama 5 detik. Pembuatan semen beku tipe pellet ini berjalan lancer dan berhasil. Kegiatan ini memberikan
suatu pengalaman berharga bagi mahasiswa PPDH 38 Kelompok D dalam menempuh studi sebagai
calon dokter hewan muda.
Editor : Supriyadi, S.KH.
Aggota : 1. Yuni Mulya Wati, S.KH.
2. Utasya Amila Shaliha Wijanarko, S.KH.
3. Gigih Fikrillah Sya’ban, S.KH.
4. Melvi Sakti Adheguna Napitupulu, S.KH.
5. Rumanika Tungga Dewi, S.KH.
6. Sherly Mega Pratiwi, S.KH.
7. Chalida Nahendra Zilfiarani, S.KH.
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Suherni Susilowati, drh., M.Kes.
Dr. Tatik Hernawati, drh., M.Si.
Dr. Tri Wahyu Suprayogi, drh., M.Si.




