51动漫

51动漫 Official Website

Atasi Gangguan Saluran Perkemihan dengan Perineal Urethrostomy

Pada Sabtu 6 September 2025, terdapat kucing jantan domestik dengan nama Unyil usia 5 tahun memiliki keluhan merejan terus menerus dan tidak dapat mengeluarkan urine. Sebelumnya, kucing Unyil pernah di diagnosa FLUTD (Feline Low Urinary Tract Disease). FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) merupakan gangguan atau penyakit pada saluran kemih bagian bawah kucing (kandung kemih dan uretra) yang dapat disebabkan oleh beberapa penyebab salah satu nya adalah obstruksi uretra.

Perineal Urethrostomy merupakan prosedur pembedahan untuk membuat lubang uretra baru di perineum (sekitar anus dan skrotum), sehingga aliran urine bisa keluar lebih lancar. Pada prosedur ini, bagian uretra yang menyempit atau tersumbat akan dihilangkan kemudian dibentuk saluran baru yang lebih lebar. Tindakan ini dilakukan saat kucing mengalami sumbatan saluran kemih berulang, terutama pada jantan, setelah terapi medis (kateterisasi, diet khusus, pemberian obat) tidak lagi efektif atau bila penyumbatan sudah menyebabkan kerusakan serius pada uretra. Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa kucing yang menderita FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) atau obstruksi uretra kronis. Jika tidak ditangani, penyumbatan urin dapat menyebabkan rasa sakit hebat, kerusakan ginjal, infeksi, bahkan kematian.

Operasi uretrostomi dilakukan karena beberapa kondisi salah satunya adalah obstruksi uretra di dalam penis yang tidak dapat dihilangkan melalui terapi medis. Biasanya, obstruksi uretra dibantu dengan pemasangan kateter urin. Kateter ini dimasukkan melalui ujung penis menuju kandung kemih. Pada beberapa kucing jantan, obstruksi urin menjadi sering terjadi. Meskipun hal ini dapat diatasi, uretrostomi perineum dapat bermanfaat bagi mereka untuk mengurangi kemungkinan obstruksi di kemudian hari seperti membuat lubang yang lebih besar untuk buang air kecil.

Proses pembedahan diawali dengan melakuan kastrasi untuk membuka jalur dalam pembukaan uretra untuk membuka uretra lebih lebar. Ketika uretra dibuka, terdapat peradangan perkejuan yang menyebabkan kateter tidak dapat masuk untuk mengatasi gangguan perkemihan. Kemudian, tepi uretra dijahit ke kulit perineum untuk membentuk lubang baru. Perawatan pasca operasi dapat diberikan dengan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi, analgesik, pemasangan collar untuk mencegah kucing menjilati area luka dan jahitan, dan monitoring urine. Ketika pasca operasi, kondisi dari kucing Unyil menunjukkan perkembangan yang sangat membaik. Urine telah lancar keluar dan tidak berdarah, aktif, makan dan minum normal, responsif, jahitan tertutup rapat tidak ada jaringan yang terbuka. Namun, setiap hari nya luka perlu dibersihkan dengan menggunakan NaCl dan betadine secara rutin.

Kegiatan ini mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs) :

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

  • Walaupun konteksnya hewan, kesehatan hewan berhubungan erat dengan kesejahteraan manusia melalui konsep One Health.
  • Penanganan FLUTD dengan uretrostomi mendukung kesehatan hewan peliharaan, mencegah penderitaan, dan meningkatkan kualitas hidup kucing.

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

  • Kasus ini bisa dijadikan materi pembelajaran klinis bagi mahasiswa kedokteran hewan, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan berbasis kasus nyata.

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

  • Melalui praktik kedokteran hewan yang baik, termasuk penggunaan antibiotik secara rasional dan pengelolaan kesehatan hewan secara berkelanjutan.

Penulis : Adelia Jasmine Putri Rosanta

AKSES CEPAT