Kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) yang saya ikuti dimulai pada tanggal 17 September 2025 dengan lokasi utama di Balai Latihan Peternakan Kabupaten Magetan. Pada hari pertama, kami diperkenalkan dengan struktur organisasi yang ada, mulai dari kepala sektor hingga jajaran staf. Selain itu, kami mendapatkan pengenalan mengenai program inseminasi buatan (IB) sebagai salah satu upaya peningkatan produktivitas ternak.
Tidak hanya berupa teori, kami juga turut membantu petugas lapangan dalam kegiatan pemanenan tanaman untuk bahan silase. Pada sore hari, kesempatan diberikan untuk mendampingi petugas dalam penanganan kasus reproduksi pada sapi, seperti endometritis, pemeriksaan birahi, dan permasalahan reproduksi lainnya.
Hari Kedua: Vaksinasi dan Praktik Inseminasi Buatan
Hari kedua diisi dengan pelayanan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi yang ada di balai. Selain itu, kami mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ternak di wilayah Jonggrang, Magetan, yang bertujuan memantau perkembangan, kinerja, serta efektivitas kegiatan peternakan di tingkat masyarakat.
Kami juga memperoleh pengalaman praktik dalam proses inseminasi buatan, dimulai dari teknik thawing semen beku, persiapan IB gun, hingga aplikasi langsung pada sapi. Saya berkesempatan melakukan palpasi rektal pada sapi bunting tua, di mana dapat dirasakan keberadaan fetus serta gerakan janin. Selain itu, kami dilibatkan dalam kegiatan pemberian obat-obatan, antara lain anthelmintik, antihistamin, analgesik, dan vitamin, untuk mendukung kesehatan ternak.
Hari Ketiga: Persiapan Program Transfer Embrio
Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada kunjungan ke lokasi yang akan melaksanakan program transfer embrio. Kegiatan ini memberikan kesempatan penting untuk memahami lebih dalam penerapan teknologi reproduksi pada sapi di lapangan.
Pengalaman selama tiga hari di Balai Latihan Peternakan ini tidak hanya menambah keterampilan teknis, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
-
SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) “ Penerapan inseminasi buatan dan transfer embrio berperan penting dalam meningkatkan produktivitas ternak, sehingga mendukung ketersediaan pangan asal hewan.
-
SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) “ Vaksinasi PMK serta pemberian obat-obatan pada ternak membantu mencegah penyakit menular yang dapat berdampak pada kesejahteraan hewan dan masyarakat.
-
SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) “ Mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar langsung melalui praktik di lapangan, yang melengkapi teori perkuliahan dengan keterampilan nyata.
-
SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) “ Kesehatan dan produktivitas ternak yang baik mendukung peningkatan pendapatan peternak, yang pada akhirnya memperkuat ekonomi daerah.
-
SDG 15: Life on Land (Ekosistem Daratan) “ Praktik peternakan berkelanjutan yang didukung teknologi reproduksi modern dapat menjaga keberlangsungan populasi ternak dan penggunaan sumber daya secara lebih efisien.
Penutup
Secara keseluruhan, kegiatan BBK ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Selain meningkatkan keterampilan teknis dalam bidang reproduksi, saya juga belajar berkomunikasi dengan peternak secara langsung, sebuah kemampuan penting bagi seorang dokter hewan dalam menjembatani ilmu kedokteran hewan dengan kebutuhan masyarakat (Raihan Abdillah Putra).




