Sepuluh minggu koas di Divisi Klinik dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Dimulai sejak awal Agustus hingga pertengahan September, setiap hari saya bersama teman-teman menjalani rutinitas padat mulai pagi, bahkan malam ketika jadwal jaga tiba. Di RSHP, kami menerima pasien poli setiap harinya. Beragam kasus datang: mulai dari keluhan ringan seperti grooming atau vaksinasi, hingga kondisi emergency yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. Bagi kami, setiap pasien adalah guru. Dari mereka, kami belajar mengaplikasikan teori yang sebelumnya hanya tertulis di buku perkuliahan.
Perawatan pasien opname menjadi salah satu tanggung jawab utama. Pengecekan tanda vital, pemberian terapi, hingga menjaga kenyamanan pasien dilakukan dengan penuh ketelitian. Tak jarang, kami juga menghadapi kondisi gawat darurat di malam hari. Situasi ini menuntut keberanian, ketepatan, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Selain itu, kesempatan mengikuti operasi memberikan pengalaman tak ternilai. Dari teknik aseptik, penjahitan, hingga manajemen luka, semua diajarkan langsung oleh dosen pembimbing. Tidak hanya di ruang bedah, kami juga berlatih membaca hasil pemeriksaan penunjang seperti X-ray dan laboratorium. Setiap prosedur adalah langkah maju menuju kompetensi klinis yang sesungguhnya.
Ujian teori dan praktik, demonstrasi prosedur, hingga diskusi kasus melengkapi perjalanan ini. Saya belajar bahwa menjadi dokter hewan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga tentang tanggung jawab, empati, dan ketangguhan. Pengalaman di RSHP juga memperlihatkan betapa pentingnya kolaborasi. Bekerja bersama teman sejawat, berdiskusi dengan dosen pembimbing, dan berinteraksi dengan pemilik hewan membuat saya memahami bahwa pelayanan medis adalah kerja tim. Semua komponen harus berjalan selaras agar kesehatan pasien benar-benar terjaga.
Mengapa semua ini penting? Karena kesehatan hewan adalah bagian dari kesejahteraan masyarakat. Melalui pengalaman di RSHP, saya merasa lebih siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan yang komprehensif. Pengalaman ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kesehatan hewan yang mendukung kesehatan masyarakat, SDG 4 (Quality Education) karena proses belajar berbasis praktik meningkatkan mutu pendidikan kedokteran hewan, serta SDG 15 (Life on Land) yang menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan hewan sebagai bagian dari ekosistem darat.
Penulis: Nashihah




