51动漫

51动漫 Official Website

Delegasi Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 Berpartisipasi dalam International Veterinary Conference and Expo Mumbai 2026

Mumbai, 10 Januari 2026 – Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 Indonesia berpartisipasi dalam International Veterinary Conference and Expo Mumbai atau IVCEM yang diselenggarakan oleh Veterinary Practitioners Welfare Association pada tanggal 10 hingga 11 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan dokter hewan praktisi, peneliti, serta dokter hewan yang bekerja di sektor pemerintahan, dengan tujuan utama memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas profesional di bidang kedokteran hewan.

Delegasi 51动漫 terdiri atas tiga orang mahasiswa dan tiga orang dosen dari berbagai bidang keilmuan. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini adalah drh. Ranto Bayu Damanik dari Program Ilmu Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Fitriani Sultan dari bidang Biologi Reproduksi, serta drh. Tarshan Sharma Suresh dari bidang Biologi Reproduksi. Delegasi dosen meliputi Dr. Yeni Dhamayanti, drh., M.Kes., PA Vet K dari Departemen Anatomi bidang gross anatomi, Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet., Ph.D dari Departemen Anatomi bidang histologi, serta Dr. Moh. Sukmanadi, drh., M.Kes. dari Departemen Farmakologi. Keterlibatan delegasi dengan latar belakang keilmuan yang beragam mencerminkan pendekatan akademik multidisipliner dalam mengikuti dan mengevaluasi materi konferensi.

Salah satu sesi ilmiah utama dalam kegiatan ini adalah presentasi yang disampaikan oleh Dr. Kurt Verkest selaku guest keynote speaker. Materi yang dipresentasikan berjudul Clinical Cytology General Principles and Application to Skin Lumps dan membahas prinsip dasar sitologi klinik serta aplikasinya dalam evaluasi massa atau benjolan kulit pada hewan. Sitologi dipaparkan sebagai metode diagnostik awal yang bersifat minimal invasif, efisien, dan relevan dalam mendukung penegakan diagnosis klinis.

Dalam pemaparannya, Dr. Kurt Verkest menjelaskan bahwa skin lumps dapat diklasifikasikan secara sitologis berdasarkan tipe sel dominan yang ditemukan, yaitu round cell, spindle cell, dan epithelial cell. Round cell umumnya berkaitan dengan neoplasia tertentu seperti limfoma, dan histiositoma. Spindle cell sering berhubungan dengan lesi yang berasal dari jaringan mesenkimal, sedangkan epithelial cell mengindikasikan keterlibatan jaringan epitel dan dapat ditemukan pada adenoma maupun karsinoma. Klasifikasi ini memiliki nilai diagnostik penting dalam membantu klinisi menyusun diagnosis banding dan menentukan arah pemeriksaan lanjutan.

Pada sesi diskusi, drh. Ranto Bayu Damanik mengajukan pertanyaan mengenai tumor mamae pada anjing yang sering kali dianggap sebagai kasus berulang setelah penanganan sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Dr. Kurt Verkest menjelaskan bahwa terdapat miskonsepsi dalam interpretasi klinis kasus tersebut. Kemunculan tumor mamae pada lokasi yang berbeda tidak selalu merepresentasikan kekambuhan dari kasus yang sama, melainkan dapat merupakan kejadian baru. Hal ini berkaitan dengan kemampuan tumor mamae untuk menyebar melalui sistem limfa, yang secara anatomis menghubungkan seluruh kelenjar mammae sehingga memungkinkan munculnya lesi neoplastik pada beberapa kelenjar secara berurutan.

Penjelasan tersebut menegaskan pentingnya pemahaman mengenai anatomi kelenjar mammae dan jalur penyebaran limfatik dalam evaluasi kasus tumor mamae pada anjing. Pemahaman ini memiliki implikasi klinis terhadap penentuan strategi diagnosis dan penanganan yang lebih komprehensif, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai kelenjar mammae. Bagi mahasiswa dan peserta konferensi, diskusi ini memberikan penguatan konseptual mengenai patofisiologi penyakit serta relevansinya dalam praktik klinik berbasis ilmiah.

Partisipasi Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 dalam International Veterinary Conference and Expo Mumbai 2026 mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penguatan jejaring akademik global. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas praktik diagnostik dan kesehatan hewan yang berorientasi pada kesehatan masyarakat veteriner.

 

Penulis: Drh. Ranto Bayu Damanik, mahasiswa S2 Prodi Ilmu Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Veteriner

AKSES CEPAT