51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Demo Ovariohisterectomy Dengan Persiapan yang Singkat

Pada tanggal 2 September 2025, tepatnya hari Selasa, saya bersama dengan rekan-rekan satu kelompok, Poli 5, melaksanakan demonstrasi Ovariohisterektomi (OH) pertama kali dalam satu tandem. Pada hari itu kami sedikit gugup dikarenakan kami merupakan kelompok pertama yang berkesempatan untuk melaksanakan demo OH. Walaupun pemberitahuan yang kami terima datang cukup mendadak, kami tetap mempersiapkan segala sesuatunya dengan cepat dan penuh semangat.

Kelompok kami terdiri dari lima orang, yakni Sitti Az-zahra, Krishna Putra, Annisa Septiara, Annisa Hanifa, dan Sofie Winda. Kami langsung membagi tugas masing-masing baik dalam alat dan bahan yang dibutuhkan dalam demo OH maupun pembagian dalam pembedahan, dan penjahitan organ. Meskipun waktu persiapan yang kami miliki sangat singkat, kami berusaha untuk memberikan yang terbaik dan semampu kita dalam menjalani kegiatan ini.

Demo OH merupakan bagian dari kegiatan bimbingan bedah yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ira Sari Yudaniayanti drh., M.P. Pada kegiatan ini dipantau juga oleh drh. Rafif dalam melaksanakan kegiatan ini. Persiapan yang dilakukan sebelum melaksanakan demo OH yaitu mempersiapkan Alat bedah dan bahan seperti benang jahit, tampon yang telah dipersiapkan di steril terlebih dahulu di laboratorium divisi klinik. Setelah selesai di steril, alat dan bahan dibawa ke ruang operasi RSHP.

Setelah semua sudah dipersiapkan, alat dan bahan serta kucing dibawa di ruangan pramedikasi untuk dilakukan anestesi dan pemasanagan infus. Pemberian anestesi dilakukan cukup sulit dikarenakan kucing yang kami bawa untuk demo OH tidak bisa kami handle dengan

Ìý

baik dan selalu menggigit ke sekitarnya. Sehingga butuh sedikit lama dalam proses premedikasi dan pemasangan infus.

Pada saat pelaksanaan demo OH yang kami kira akan diberikan contoh terlebih dahulu dan kita nanti akan mengerjakan setelah diberikan arahan drh. Rafif, ternyata kami mengerjakan semua prosedur dari awal hingga akhir kami sendiri meskipun selalu dipantau oleh drh. Rafif apabila kami mengalami kesusahan. Alhamdulillah berkat Kerjasama kami, meskipun kami menghadapi beberapa tantangan kecil, kami dapat menghadapinya.

Akhirnya, setelah prosedur selesai, kami semua merasa sedikit lega karena tugas kami berkurang, dan akhirnya kami mengetahui prosedur Ovariohysterectomy secara mandiri. Ini merupakan sebuah bekal dikemudian nanti apabila sudah menjadi seorang professional yaitu menjadi dokter hewan.

Kegiatan ini mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs):

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera “ melalui praktik OH yang tepat, mahasiswa berkontribusi pada kesehatan hewan, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat melalui konsep One Health.

SDG 4: Pendidikan Berkualitas “ kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran praktis berbasis keterampilan (skill-based learning) yang meningkatkan kompetensi mahasiswa kedokteran hewan.

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab “ penerapan sterilisasi alat, penggunaan bahan medis secara efektif, dan perawatan pasien pascaoperasi mencerminkan praktik kedokteran hewan yang aman dan bertanggung jawab.

Penulis: Annisa™ Hanifa Mukin

AKSES CEPAT