51动漫

51动漫 Official Website

Dosen FKH UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat di Tulungagung: Dorong Peternak Milenial Tangani Gangguan Reproduksi Sapi Perah

Tulunggagung, 26 Juli 2025

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kemajuan peternakan rakyat, tim dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51动漫 menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) bertajuk “Penanggulangan Gangguan Reproduksi pada Sapi Perah” yang dilaksanakan di Koperasi Produksi Usaha Desa (KPUD) Tani Wilis, Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan ini diikuti oleh para peternak sapi perah setempat, termasuk generasi muda yang mulai terlibat aktif dalam kegiatan agribisnis. Acara dibuka oleh drh. Didik selaku perwakilan pengurus KPUD Tani Wilis, yang menyampaikan apresiasinya atas perhatian dunia akademik terhadap tantangan nyata yang dihadapi para peternak di lapangan, terutama terkait dengan masalah reproduksi yang berdampak langsung pada produktivitas sapi perah.

Dalam kegiatan ini, hadir sebagai narasumber utama adalah Oky Setyo Widodo, drh., M.Si., Ph.D., seorang dokter hewan lulusan program doktoral di Jepang yang telah memiliki pengalaman panjang dalam industri peternakan sapi perah di Negeri Sakura. Dalam paparannya, drh. Oky membagikan pengetahuan dan pengalamannya mengenai strategi penanggulangan gangguan reproduksi, mulai dari identifikasi masalah, manajemen pakan, hingga pentingnya pencatatan reproduksi yang akurat.

Lebih dari sekadar membahas teknis kesehatan hewan, drh. Oky juga memberikan gambaran tentang bagaimana sistem peternakan sapi perah di Jepang mampu menghasilkan produktivitas tinggi berkat penerapan teknologi, manajemen yang efisien, dan keterlibatan generasi muda dalam sektor peternakan. 淧eternak muda di Jepang sangat melek teknologi dan memiliki mentalitas wirausaha. Ini yang perlu kita tanamkan juga di Indonesia, agar peternakan tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan kuno, melainkan sebagai peluang bisnis modern yang menjanjikan, ujarnya di hadapan para peserta.

Diskusi interaktif menjadi bagian yang paling dinantikan oleh para peternak. Banyak peserta yang mengungkapkan kendala yang mereka hadapi, seperti sulitnya mendeteksi birahi, kasus retensi plasenta, hingga tingginya angka infertilitas pada sapi-sapi mereka. Tim pengmas FKH UNAIR memberikan penjelasan serta saran aplikatif yang dapat diterapkan langsung di kandang masing-masing.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 20 peternak ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga menjadi ajang berbagi pengalaman antarpeternak. Suasana hangat dan penuh semangat terlihat saat sesi penutupan dilakukan, yang diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara akademisi dan peternak. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 2: Zero Hunger dan SDG 4: Quality Education.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat peternakan dapat membawa dampak positif. Diharapkan, ke depan akan lebih banyak kegiatan serupa yang menjembatani ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

 

Penulis: Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet., Ph.D.

AKSES CEPAT