Solo, 3 Oktober 2025 “ Kehangatan dan semangat kolaborasi terasa di Hotel Harris Solo pada 2“3 Oktober 2025, ketika ratusan ahli anatomi, histologi, dan embriologi dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia berkumpul dalam Seminar Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI). Acara dua hari ini menjadi momentum penting tidak hanya untuk memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ajang penganugerahan gelar brevet kehormatan bagi para akademisi yang mendedikasikan diri pada bidang anatomi dan histologi.
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51¶¯Âþ (UNAIR) turut menorehkan prestasi membanggakan dengan hadirnya sejumlah dosen dari Divisi Anatomi Veteriner. Mereka adalah:
- Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., PAVet. (K)
- Prof. Dr. Epy Muhammad Luqman, drh., M.Si., PAVet. (K)
- Dr. Yeni Dhamayanti, drh., M.Kes., PAVet. (K)
- Dr. Gracia Hendarti, drh., M.Si., PAVet. (K)
- Dr. Maslichah Mafruchati, drh., M.Si., PA (K)
- Suryo Kuncorojakti, drh., M.Vet., Ph.D., AHVet. (K)
- Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet., PhD., AHVet.
Para dosen tersebut tidak hanya berpartisipasi dalam seminar, tetapi juga menerima gelar brevet dari PAAI atas kontribusi besar mereka dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian di bidang anatomi, embriologi, serta histologi veteriner.
Penganugerahan Gelar Brevet
Salah satu daya tarik utama seminar tahun ini adalah penganugerahan gelar brevet yang diberikan secara khusus kepada para tenaga pendidik dan peneliti. Gelar ini diberikan berdasarkan kriteria pengabdian, pengalaman, serta dedikasi dalam pengembangan ilmu anatomi dan histologi di Indonesia.
Jenis-jenis gelar yang dianugerahkan antara lain:
- PA (Pakar Anatomi)/PA (K) untuk dokter dan dokter gigi yang berkiprah di bidang anatomi dan embriologi.
- AH (Ahli Histologi)/AH (K) bagi dokter dan dokter gigi ahli histologi yang menunjukkan kiprah luar biasa dalam pendidikan maupun riset di bidang histologi
- Bagi dokter hewan, gelar tersebut disesuaikan dengan tambahan titel œV±ð³Ù, sebagai pengakuan kontribusi di bidang anatomi, embriologi, dan histologi veteriner.
Penganugerahan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta, karena menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi panjang sekaligus motivasi untuk terus melanjutkan kiprah dalam dunia pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penelitian anatomi.
Peserta Membludak dari Seluruh Indonesia
Tingginya jumlah peserta dalam seminar ini menunjukkan betapa besarnya perhatian akademisi Indonesia terhadap bidang anatomi, histologi, dan embriologi. Ratusan perwakilan dari universitas negeri dan swasta hadir untuk berdiskusi, bertukar ide, serta memperluas jejaring ilmiah. Kehadiran begitu banyak peserta juga menegaskan posisi seminar ini sebagai salah satu forum ilmiah paling prestisius di Indonesia untuk disiplin ilmu kedokteran, kedokteran gigi, dan kedokteran hewan.
Selain sesi ilmiah berupa presentasi hasil penelitian (oral dan poster), workshop, dan diskusi panel, momen penyerahan brevet juga menjadi agenda yang dinanti-nantikan. Tidak hanya meneguhkan pengakuan atas pencapaian individu, tetapi juga memperkuat solidaritas antar-akademisi di seluruh nusantara.
Kontribusi terhadap SDGs
Kehadiran dosen FKH UNAIR dalam seminar ini memiliki makna lebih luas ketika dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Pengembangan riset anatomi dan histologi, termasuk anatomi veteriner, berkontribusi langsung dalam meningkatkan pemahaman tentang kesehatan manusia maupun hewan. Penelitian ini berimplikasi pada penanganan penyakit, pengembangan terapi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. - SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Dengan diberikannya gelar brevet, kualitas pendidikan anatomi di Indonesia semakin terjamin karena tenaga pendidik yang berkompeten diakui secara resmi. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi dan menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan global. - SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Seminar ini menjadi sarana kolaborasi antar-universitas di Indonesia. Pertukaran ilmu dan pengalaman antar-akademisi memperkuat jejaring penelitian yang diharapkan mampu mendorong inovasi di bidang anatomi, histologi, dan embriologi.
Harapan ke Depan
Dekan FKH UNAIR menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para dosen. Menurutnya, keikutsertaan dan penghargaan yang diraih menjadi dorongan besar bagi FKH UNAIR untuk terus berkiprah dalam pengembangan ilmu kedokteran hewan di tingkat nasional maupun internasional.
œPenganugerahan ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga pengingat bahwa tugas kita adalah terus mendidik generasi baru, melakukan riset inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, ungkapnya.
Penutup
Kehadiran para dosen Divisi Anatomi Veteriner FKH UNAIR dalam Seminar Nasional PAAI 2025 di Solo membuktikan bahwa dedikasi dan kontribusi mereka di bidang ilmu dasar kedokteran hewan mendapat pengakuan luas. Momentum ini tidak hanya membanggakan UNAIR, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar-akademisi mampu memperkuat peran Indonesia dalam ranah ilmu anatomi, histologi, dan embriologi.
Dengan semangat kolaborasi, diharapkan ilmu anatomi tidak hanya berkembang dalam lingkup akademik, tetapi juga memberi dampak positif terhadap pembangunan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sesuai visi global SDGs 2030.




