Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengendalian penyakit hewan strategis melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk 淧eran Aktif SAGAVET pada KIE Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini diselenggarakan pada 20 Desember 2025 sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-54 FKH UNAIR, dengan tema 淪agavet Bergerak, Dampak Menggema. Acara berlangsung di pendopo kelompok tani ternak 淧ida Lestari dan diikuti oleh peternak serta masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan sinergi dari SAGAVET (Satria Airlangga Veterinarian), yaitu ikatan alumni Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah dan pengabdian masyarakat. SAGAVET secara konsisten terlibat dalam seminar, workshop, serta kegiatan sosial yang berkaitan dengan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan. Salah satu contohnya adalah Seminar SAGAVET 2025 yang membahas perkembangan terkini di bidang peternakan dan kesehatan hewan, serta berbagai kegiatan bakti sosial untuk membantu peternak. Keterlibatan SAGAVET dalam kegiatan KIE ini menunjukkan komitmen alumni FKH UNAIR dalam memajukan profesi dokter hewan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan KIE ini melibatkan sebagai agen edukasi kesehatan hewan yang terjun langsung ke lapangan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, mahasiswa menyampaikan informasi penting terkait pencegahan dan pengendalian PMK yang hingga kini masih menjadi ancaman bagi keberlangsungan usaha peternakan rakyat. Kehadiran SAGAVET di tengah peternak diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap penyakit hewan menular strategis.
Dalam kegiatan ini, SAGAVET memberikan pemaparan mengenai pengenalan PMK, mekanisme penularan virus, tanda-tanda klinis pada ternak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan secara mandiri oleh peternak. Penekanan diberikan pada penerapan biosekuriti sederhana di kandang, pentingnya vaksinasi, serta pelaporan dini apabila ditemukan gejala penyakit. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar dapat diterapkan langsung dalam kegiatan beternak sehari-hari.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh keterlibatan. Para peternak kelompok tani ternak 淧ida Lestari aktif menyampaikan pengalaman mereka dalam menghadapi PMK, sekaligus berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan. Diskusi ini menjadi ruang pembelajaran bersama yang memperkuat pemahaman bahwa pengendalian PMK memerlukan kerja sama antara peternak, tenaga kesehatan hewan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Tema 淪agavet Bergerak, Dampak Menggema mencerminkan semangat kolaborasi alumni FKH UNAIR dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-54, kegiatan KIE PMK di Lombok Tengah ini menegaskan peran FKH UNAIR sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif dalam pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, langkah kecil yang dilakukan melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi upaya pengendalian PMK serta peningkatan kesejahteraan peternak di Indonesia.
Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si




