Sabtu, 21 Juni 2025 “ Divisi Anatomi Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ (FKH UNAIR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri dengan tema “Edukasi Dampak Pemalsuan Susu Terhadap Kualitas Susu dan Kesehatan Konsumen”, yang bertempat di wilayah KUD Kertajaya. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang peserta dari kelompok peternak setempat.
Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang membahas berbagai wawasan terkait pemalsuan susu, cara sederhana untuk mengenali susu yang telah dipalsukan, dampak jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan konsumen, termasuk risiko paparan bahan kimia berbahaya, pengaruh buruk pemalsuan terhadap kepercayaan konsumen dan kualitas produk susu lokal
Kegiatan edukatif ini dihadiri oleh Dr. Rimayanti, drh., M.Kes., selaku Wakil Dekan I FKH UNAIR, Bapak Sugianto selaku Ketua KUD Kertajaya, Dr. Eka Pramyrtha Hestianah, drh., M.Kes., sebagai Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. Rimayanti menekankan bahwa pemalsuan susu bukan hanya merugikan produsen dan konsumen, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat secara luas dan menurunkan reputasi peternak lokal.
Dukung SDGs untuk Kesehatan dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Kegiatan ini mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- ✅ SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera “ Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pangan tidak aman.
- ✅ SDG 4: Pendidikan Berkualitas “ Memberikan edukasi langsung kepada peternak tentang mutu dan keamanan pangan.
- ✅ SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab “ Mendorong praktik peternakan yang aman, sehat, dan etis.
- ✅ SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi “ Meningkatkan daya saing susu lokal yang bermutu dan aman konsumsi.
Melalui kegiatan ini, FKH UNAIR berupaya aktif menciptakan masyarakat peternak yang berdaya, berpengetahuan, dan bertanggung jawab dalam menjaga kualitas pangan asal hewan. Edukasi semacam ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan sistem pangan nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Penulis: Ary Setya Hernanda, drh., M.Si.




