51动漫

51动漫 Official Website

FKH UNAIR Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Program BBK 2025

Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 (FKH UNAIR) menggelar acara Sosialisasi dan Pembekalan Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 2025 sebagai persiapan bagi mahasiswa semester 7 sebelum diterjunkan ke lapangan. Kegiatanini merupakan bagian penting dari implementasi kurikulum Merdeka Belajar揔ampus Merdeka (MBKM) di FKH UNAIR.

Sebanyak 205 mahasiswa semester 7, terdiri dari 183 mahasiswa reguler dan 22 mahasiswa internasional, akan mengikuti program BBK yang dikonversi setara 20 SKS. Program BBK 2025 melibatkan 19 Puskeswan dan 15 klinik hewan di 10 kabupaten/kota Jawa Timur, dengan sistem rolling: 4 minggu magang hewan besar dan 4 minggu magang hewan kecil.

Acara sosialisasi dan pembekalan dipandu oleh drh. Mirza Atikah M. Hisyam, M.Si., dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, serta doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Anam Al Arif, drh., M.P.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si. selaku Ketua BBK 2025 menegaskan bahwa sosialisasi ini penting agar mahasiswa memahami format program, kesiapan teknis, serta etika yang harus dijunjung tinggi saat berinteraksi dengan masyarakat dan menangani kasus kesehatan hewan di lapangan.

Sesi pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber yang membawakan materi, antara lain: Lina Susanti drh., M.Sc., Ph.D. dengan materi berjudul 淢itigasi Kesenjangan Teori dan Praktik dalam Implementasi BBK yang memberikan pemahaman tentang tantangan transisi dari pembelajaran teori di kelas menuju praktik nyata di lapangan.

Prof. Dr. Herry Agus Hermadi, M.Si., drh. dengan materi berjudul 淧enyiapan Praktik Penanganan Reproduksi Hewan Besar yang fokus pada keterampilan teknis pemeriksaan reproduksi pada sapi dan hewan besar, termasuk deteksi birahi, pemeriksaan kebuntingan, dan penanganan gangguan reproduksi. Prof. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, M.Si., drh. memberikan materi 淢enjaga Etika Selama Pelaksanaan BBK yang menekankan pada profesionalisme, etika komunikasi dengan peternak, dan sikap mahasiswa sebagai duta fakultas di tengah masyarakat.

Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si. dengan materi berjudul 淧emaparan Teknis Penerjunan BBK yang menjelaskan mekanisme pelaksanaan BBK, sistem rolling 4 minggu, penggunaan logbook, pembuatan laporan individu maupun kelompok, serta kewajiban mahasiswa menghasilkan artikel dan konten edukasi.

Acara juga disertai sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya langsung kepada narasumber, sekaligus mengklarifikasi berbagai hal teknis menjelang penerjunan.

Program BBK 2025 sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDG 3 (Good Health and Well-being): mahasiswa berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan hewan yang berhubungan erat dengan kesehatan manusia (One Health). SDG 4 (Quality Education): BBK merupakan implementasi nyata pembelajaran berbasis pengalaman, mendorong mahasiswa mengaplikasikan ilmu secara langsung di masyarakat. SDG 15 (Life on Land): keterlibatan mahasiswa dalam kesehatan hewan turut mendukung kesejahteraan hewan dan keberlanjutan sistem peternakan. Dengan demikian, BBK tidak hanya menjadi wadah implementasi kurikulum, tetapi juga kontribusi nyata FKH UNAIR dalam mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan global.

Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes. menyampaikan bahwa pembekalan ini diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di masyarakat. 淢elalui BBK, mahasiswa akan belajar langsung dari komunitas dan terjun ke permasalahan kesehatan hewan yang nyata. Pengalaman ini akan menjadi bekal penting sebelum mereka benar-benar terjun sebagai dokter hewan profesional, ujarnya.

Dengan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan siap menjalani program BBK selama dua bulan penuh di lapangan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan hewan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si

AKSES CEPAT