51动漫

51动漫 Official Website

FKH UNAIR Tingkatkan Kesadaran Zoonosis Lewat Edukasi Toxoplasmosis di Mulyorejo

Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 (FKH UNAIR) terus berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit zoonosis melalui kegiatan edukasi kesehatan hewan. Kali ini, masih dalam serangkaian acara Dies Natalis ke-54 FKH UNAIR menggelar sosialisasi mengenai penyakit toxoplasmosis pada kucing kepada warga dan kader PKK di Kelurahan Mulyorejo, Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 8 Januari 2026 ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat FKH UNAIR yang bertujuan memberikan pemahaman tentang risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia, sekaligus langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Lucia Tri Suwanti, drh., M.P., dosen Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR yang memiliki keahlian di bidang parasitologi veteriner. Dalam paparannya, Prof. Lucia menjelaskan bahwa toxoplasmosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, dengan kucing sebagai inang definitif.

Menurutnya, penularan toxoplasmosis ke manusia dapat terjadi melalui kontak dengan kotoran kucing yang mengandung ookista parasit, konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, serta daging yang dimasak tidak sempurna. Kondisi lingkungan yang kurang bersih juga dapat memperbesar risiko penyebaran parasit tersebut.

淜ucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan ookista melalui fesesnya. Jika kebersihan lingkungan tidak dijaga, parasit ini bisa mencemari tanah, air, atau makanan dan berpotensi menular ke manusia, jelas Prof. Dr. Lucia Tri Suwanti, drh., M.P.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar orang dewasa yang sehat mungkin tidak menunjukkan gejala berat, namun toxoplasmosis dapat berdampak serius pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan individu dengan daya tahan tubuh rendah. Infeksi pada ibu hamil berisiko menyebabkan gangguan pada janin, sehingga upaya pencegahan menjadi sangat penting.

Dalam sesi edukasi, Prof. Lucia juga menyampaikan langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat, seperti mencuci tangan setelah kontak dengan hewan, membersihkan kandang kucing secara rutin, memberikan pakan matang, serta menghindari kebiasaan membiarkan kucing berkeliaran bebas.

Kegiatan ini diikuti oleh kader PKK dan perwakilan warga yang terlihat antusias mengikuti diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait cara aman memelihara kucing tanpa meningkatkan risiko penularan penyakit di lingkungan rumah.

Melalui kegiatan ini, FKH UNAIR berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan hewan peliharaan secara bertanggung jawab, sehingga kesehatan hewan dan manusia dapat terjaga secara seimbang.

 

Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si

AKSES CEPAT