Surabaya, 3 Februari 2025 pukul 16.30 WIB – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51动漫 (UNAIR) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik dan program internasionalisasi melalui serangkaian evaluasi dan pengembangan strategi baru untuk program Studi Magister (S2) dan Program Studi (S3) Sains Veteriner. Hal ini terungkap dalam rapat evaluasi yang diselenggarakan baru-baru ini di mana dilangsungkan ke tahap terakhir yaitu ssesi diskusi untuk kedua program studi tersebut yang di moderatori oleh Ratna Damayanti, drh., M.Kes.
Upaya peningkatan layanan akademik dan internasionalisasi di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51动漫 (UNAIR) juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam bidang pendidikan berkualitas (SDG 4), kerja layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17).
Dalam upaya meningkatkan tertib administrasi akademik, FKH UNAIR menekankan pentingnya kepatuhan mahasiswa dalam melakukan Kartu Rencana Studi (KRS) setiap semester sesuai dengan ketentuan Kemendikbud. “Proses KRS ini sangat penting karena berkaitan dengan berbagai aspek akademik, mulai dari input nilai ujian hingga proses bimbingan,” jelas pihak fakultas.
Terkait program double degree dan publikasi artikel dalam kurikulum baru 2024/2025, fakultas memastikan bahwa proses submit artikel tetap berjalan lancar dan tidak menghambat proses input nilai. Hal ini menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung produktivitas penelitian mahasiswa.
Prof. Mirni dalam kesempatan tersebut memberikan perhatian khusus terhadap kinerja dosen yang mengalami penurunan. Beliau menghimbau para dosen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik kepada sesama dosen maupun mahasiswa. “Dosen tidak hanya berperan sebagai mentor, tetapi juga sebagai figur orang tua yang menjadikan FKH UNAIR sebagai keluarga besar,” tegas Prof. Mirni.
Sementara itu, program student outbound mendapatkan pembenahan signifikan dengan penerapan sistem kuota per angkatan dan mekanisme pendaftaran yang lebih terstruktur. Fakultas menerapkan proses wawancara sebagai tahap awal seleksi, yang melibatkan tim manajemen penanganan outbound dan pimpinan FKH UNAIR. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran proses dari tingkat fakultas hingga universitas.
“Pembaruan sistem ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas program internasionalisasi dan memastikan setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang adil,” ujar pihak manajemen FKH UNAIR.
Dengan berbagai pembenahan ini, FKH UNAIR optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu fakultas kedokteran hewan terkemuka di Indonesia.
Penulis: Ratna Damayanti, drh., M.Kes.




