Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 (FKH UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan atmosfer akademik dan internasionalisasi melalui penyelenggaraan kuliah tamu (guest lecture) bertajuk 淎vian Virus: Protective Strategies and Potential for Utilization. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 5 Februari 2026, bertempat di Ruang Tanjung Adiwinata, FKH UNAIR, dan menghadirkan narasumber internasional Prof. Jeongho Park, DVM, PhD, Associate Professor College of Veterinary Medicine, Kangwon National University (KNU), Korea Selatan.
Kegiatan guest lecture ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa sarjana hingga profesi dokter hewan, serta peserta dari berbagai minat keilmuan, khususnya bidang virologi, imunologi, dan kesehatan unggas. Kehadiran Prof. Jeongho Park menjadi momentum penting bagi sivitas akademika FKH UNAIR untuk memperluas wawasan terkait perkembangan riset mutakhir virus avian serta potensi pemanfaatannya dalam dunia veteriner modern.
Dalam pemaparannya, Prof. Jeongho Park menjelaskan secara komprehensif mengenai respons imun terhadap infeksi virus avian, khususnya pada unggas, serta strategi proteksi yang dapat dikembangkan untuk menekan dampak penyakit. Dengan latar belakang keilmuan di bidang imunologi dan pengalaman riset internasional, Prof. Park menyoroti pentingnya pendekatan berbasis imunologi seluler dan molekuler dalam memahami patogenesis virus avian seperti fowl adenovirus dan infectious bronchitis virus. Ia juga mengulas potensi pemanfaatan virus maupun komponen virus sebagai kandidat pengembangan vaksin dan model riset imun.

Prof. Jeongho Park merupakan akademisi dengan rekam jejak riset yang kuat di bidang imunologi veteriner. Sebelum bergabung sebagai Associate Professor di Kangwon National University, ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Purdue University, Amerika Serikat, serta menjalani program postdoctoral di University of Pennsylvania. Penelitiannya banyak berfokus pada regulasi sistem imun, interaksi mikrobiota usus dengan respons imun, serta mekanisme kekebalan terhadap infeksi virus avian. Berbagai publikasi internasional bereputasi yang dihasilkannya menjadi rujukan penting dalam pengembangan ilmu kesehatan unggas.
Setelah sesi guest lecture utama, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi oleh drh. Ulfiani Fauzia Hanafi, alumni Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR Kampus FIKKIA Banyuwangi, yang saat ini tengah menempuh studi Master (S2) di College of Veterinary Medicine, Kangwon National University, Korea Selatan. Dalam sesinya, drh. Ulfi membagikan pengalaman akademik dan kehidupan sebagai mahasiswa internasional di KNU, termasuk adaptasi budaya, sistem perkuliahan, serta lingkungan riset di Korea Selatan.
Secara khusus, drh. Ulfi juga memberikan informasi mengenai Global Korea Scholarship (GKS), sebuah program beasiswa dari pemerintah Korea Selatan yang membuka peluang luas bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi magister dan doktoral. Ia menjelaskan alur pendaftaran, persyaratan umum, serta tips persiapan akademik dan non-akademik bagi mahasiswa yang berminat melanjutkan studi ke Korea Selatan. Selain itu, drh. Ulfi turut memaparkan secara singkat topik tesis yang sedang dikerjakannya, yang berfokus pada infeksi fowl adenovirus dan respons imun otak unggas, sebagai gambaran peluang riset yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa FKH UNAIR di KNU.
Menutup rangkaian acara, Prof. Jeongho Park secara terbuka menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa FKH UNAIR dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa yang ingin mengikuti jejak drh. Ulfi untuk melanjutkan studi S2, S3, maupun program riset di Kangwon National University. Ia menekankan bahwa kolaborasi akademik lintas negara sangat penting untuk menghadapi tantangan global di bidang kesehatan hewan dan biomedis.

Melalui kegiatan guest lecture ini, FKH UNAIR tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan sivitas akademika, tetapi juga memperkuat jejaring internasional serta membuka akses nyata menuju pendidikan dan riset global. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, riset, dan jejaring internasional di masa depan.
Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si




