51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

KEGIATAN BELAJAR BERSAMA KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNAIR DI BALAI PELATIHAN PETERNAKAN & PUSKESWAN RINGINAGUNG KAB. MAGETAN 2025

Pada minggu pertama kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) di Kabupaten Magetan, penulis mendapat kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas bersama pihak Dinas Peternakan. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam pengelolaan kesehatan hewan dan pemeliharaan ternak yang berorientasi pada keberlanjutan.

Praktik Pembuatan Silase dan Penanganan Kasus Reproduksi

Pada hari-hari pertama, penulis bersama petugas melaksanakan praktik pembuatan silase sebagai upaya penyediaan pakan cadangan bagi ternak. Kegiatan ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau.

Selain itu, penulis turut mendampingi petugas dalam penanganan kasus reproduksi pada sapi. Salah satunya yaitu kasus endometritis, ditandai dengan keluarnya cairan berwarna kuning keputihan dengan tekstur kental dari saluran reproduksi. Penanganan dilakukan dengan cara flushing uterus menggunakan larutan antiseptik berupa iodine dan aquades sebanyak 60 ml. Praktik ini memberikan pengalaman langsung bagi penulis untuk memahami langkah-langkah dasar dalam menangani gangguan reproduksi pada sapi.

Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Pada tanggal 18 September 2025, penulis mengikuti kegiatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Balai Latihan Peternakan. Vaksinasi dilakukan melalui metode injeksi intramuskular dan subkutan sesuai dengan standar prosedur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak dan mencegah potensi wabah PMK yang dapat merugikan peternak secara ekonomi.

Pengukuran Tinggi Badan Sapi Hibah dan Monitoring

Selain kegiatan vaksinasi, penulis juga membantu petugas dinas dalam pengukuran tinggi sapi hibah untuk kualifikasi pemberian ear tag. Tidak hanya itu, dilakukan pula controlling pada sapi-sapi hibah yang sudah didistribusikan kepada warga, guna memastikan kondisi kesehatan dan pertumbuhannya tetap baik.

Keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Rangkaian kegiatan ini memiliki relevansi erat dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  1. SDG 2: Zero Hunger “ Pembuatan silase mendukung ketahanan pangan asal hewan dengan menjamin ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan.

  2. SDG 3: Good Health and Well-being “ Vaksinasi PMK dan penanganan kasus reproduksi berkontribusi pada peningkatan kesehatan hewan, yang berdampak positif pada kesehatan masyarakat dan kesejahteraan peternak.

  3. SDG 4: Quality Education “ Mahasiswa memperoleh pengalaman praktik lapangan secara langsung, memperkuat kompetensi profesional di bidang kedokteran hewan.

  4. SDG 8: Decent Work and Economic Growth “ Kontrol terhadap sapi hibah membantu menjaga keberlangsungan usaha ternak, sehingga mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

  5. SDG 15: Life on Land “ Praktik pemeliharaan dan kesehatan hewan yang baik merupakan bentuk pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di sektor peternakan.

Melalui keterlibatan langsung dalam pembuatan silase, penanganan kasus endometritis, vaksinasi PMK, hingga monitoring sapi hibah, penulis tidak hanya memperoleh keterampilan teknis baru, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai pentingnya peran dokter hewan dalam mendukung kesehatan ternak, kesejahteraan peternak, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Oleh: Adhwa Keisha S. P

AKSES CEPAT