Mahasiswa program studi S1 Kedokteran Hewan 51动漫 saat ini tengah melaksanakan kegiatan magang wajib dengan tajuk 淏elajar Bersama Komunitas Kampus Berdampak (BBK-KB). Program ini dilaksanakan di 10 kabupaten dan kota di Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Magetan. Wilayah ini dipilih karena memiliki populasi ternak yang cukup besar sehingga menjadi wahana pembelajaran yang sesuai bagi mahasiswa kedokteran hewan.
Mahasiswa ditempatkan di berbagai lokasi pembelajaran, seperti kegiatan dinas peternakan, puskeswan keliling, klinik hewan kesayangan, hingga laboratorium dinas. Pada minggu pertama pelaksanaan, tepatnya sejak 16 September 2025 hingga 19 September 2025, penulis mendapatkan kesempatan untuk magang di Balai Pelatihan Peternakan dan Puskeswan Ringinagung, Kabupaten Magetan.
Edukasi dan Sosialisasi Vaksinasi PMK
Di Puskeswan Ringinagung, kegiatan yang dilakukan adalah Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak mengenai pentingnya vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sosialisasi ini menjadi langkah preventif yang krusial untuk meminimalisir potensi terjadinya wabah PMK di wilayah Magetan. Dengan adanya pemahaman yang baik, peternak diharapkan lebih siap dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ternaknya.
Selain edukasi, juga dilakukan pembagian obat cacing dan vitamin dengan total masing-masing 1500 dosis, yang disalurkan kepada warga melalui Ketua RT Desa Jonggrang, Kabupaten Magetan. Program ini bertujuan mendukung kesehatan ternak secara menyeluruh, baik dari sisi pencegahan penyakit infeksius seperti PMK maupun dari peningkatan imunitas dan kondisi tubuh ternak melalui suplementasi.
Dalam sosialisasi tersebut, dokter hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan menekankan bahwa vaksinasi PMK merupakan langkah wajib bagi setiap peternak untuk mencegah penyebaran penyakit. Rencananya, pelaksanaan vaksinasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat dengan target menjangkau lebih banyak sapi di wilayah Magetan.
Kegiatan BBK-KB ini memiliki keterkaitan erat dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
-
SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) Upaya vaksinasi dan pemberian obat cacing serta vitamin membantu menjaga kesehatan ternak, yang secara langsung mendukung ketahanan pangan melalui ketersediaan daging dan susu yang aman.
-
SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) Kesehatan hewan berhubungan erat dengan kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah potensi penyebaran penyakit zoonosis.
-
SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) Mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung melalui interaksi dengan masyarakat dan praktik lapangan yang nyata.
-
SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) Dengan ternak yang sehat, produktivitas peternak meningkat, sehingga mendukung perekonomian daerah.
-
SDG 15: Life on Land (Ekosistem Daratan) Kesehatan ternak yang terjaga juga berkontribusi pada keberlanjutan sistem peternakan dan pemanfaatan sumber daya alam secara lebih bertanggung jawab.
Melalui pengalaman pada minggu pertama ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek kesehatan hewan, tetapi juga memperoleh wawasan tentang peran dokter hewan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, mendukung ketahanan pangan, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
oleh: Deby Suryo Widodo




