51动漫

51动漫 Official Website

Kuliah Tamu Internasional Warnai Perayaan Dies Natalis FKH UNAIR, Fokus pada Anatomi Veteriner

Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 menyelenggarakan kuliah tamu secara daring pada 9 Desember 2025 sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Anatomi Veteriner dan rangkaian Dies Natalis ke-54 FKH UNAIR. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini menghadirkan Dr. Abdullahi Baso dari Department of Veterinary Anatomy, Bayero University Kano, Nigeria. Kuliah tamu bertema 淎natomy: A Gateway to Becoming a Proficient Veterinarian tersebut diikuti mahasiswa S1 serta dosen FKH UNAIR. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk memahami bagaimana peran anatomi menjadi fondasi utama dalam kompetensi klinis seorang dokter hewan.

Pada sesi pembukaan, moderator memperkenalkan narasumber dan menyampaikan latar belakang akademik Dr. Baso. Dr. Abdullahi Baso merupakan Assistant Professor di Department of Veterinary Anatomy, Bayero University Kano揘igeria, dengan rekam jejak penelitian pada bidang histologi, morfologi, dan anatomi komparatif. Ia aktif mempublikasikan berbagai penelitian terkait fotoperiodisme, morfologi organ, serta anatomi spesies unggas dan mamalia liar. Keahliannya tersebut menjadikannya sosok yang relevan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana anatomi berperan di seluruh cabang kedokteran hewan.

Dalam materi kuliahnya, Dr. Baso menjelaskan bahwa anatomi merupakan bahasa dasar yang harus dipahami oleh setiap calon dokter hewan. Ia menggambarkan anatomi sebagai peta yang memandu semua keputusan klinis, mulai dari interpretasi pemeriksaan fisik hingga tindakan pembedahan. Menurut beliau, seorang tenaga medis hewan tidak dapat mengenali kelainan, menafsirkan citra diagnostik, atau melakukan prosedur klinis dengan benar tanpa pemahaman struktural yang kuat mengenai tubuh hewan. Hal ini sejalan dengan konsep yang ia paparkan dalam slide presentasi, bahwa anatomi menjadi fondasi dari seluruh kompetensi klinis, karena struktur tubuh, hubungan antarsistem organ, dan variasi spesies merupakan dasar berpikir dalam dunia kedokteran hewan.

Dr. Baso memaparkan bagaimana kurangnya pemahaman anatomi dapat membuat pemeriksaan fisik menjadi membingungkan dan menyebabkan kesalahan dalam mengenali kelainan. Pada bidang pencitraan medis, anatomi menjadi kunci agar radiograf, USG, CT scan, dan MRI dapat dibaca dengan tepat. Tanpa pemahaman anatomi, hasil pencitraan hanya menjadi gambaran tanpa makna. Ia menekankan bahwa kemampuan menempatkan struktur organ dalam konteks topografi tubuh sangat penting untuk membantu mahasiswa memahami letak kelainan, menentukan rencana tindakan medis, dan merancang pendekatan pembedahan yang aman.

Beliau juga membahas peran anatomi dalam prosedur klinis seperti pengambilan sampel darah, biopsi, pemberian injeksi intramuskular, hingga prosedur seperti trocarization dan cystocentesis. Kesalahan letak jarum atau instrumen dapat menyebabkan komplikasi serius, dan semua itu dapat diminimalkan dengan pemahaman anatomi yang baik. Selain itu, Dr. Baso menyoroti pentingnya mengenali variasi anatomi antarspesies, seperti struktur paru-paru burung yang kaku dan tidak mengembang, maupun jumlah nefron pada ginjal kucing yang lebih sedikit dibandingkan spesies lain. Variasi ini menentukan cara dokter hewan memahami penyakit dan merancang terapi.

Sesi berikutnya membahas hubungan erat antara anatomi makroskopis dan mikroskopis dalam menegakkan diagnosis. Dr. Baso menjelaskan bahwa pemeriksaan jaringan melalui sitologi dan histologi sering kali diperlukan untuk melengkapi temuan makroskopis. Ia memberi contoh bagaimana perbedaan struktur sel dapat membantu membedakan antara inflamasi, infeksi, dan kanker. Teknik histokimia seperti PAS, Masson Trichrome, serta pewarnaan lemak seperti Oil Red O dapat memberikan informasi tambahan untuk memahami karakter jaringan. Bahkan pada kasus-kasus kompleks, pendekatan imunohistokimia diperlukan untuk menandai jenis sel tertentu, terutama pada tumor. Menurutnya, semua kemampuan diagnostik tersebut hanya dapat dipahami dan dipraktikkan apabila mahasiswa memiliki fondasi anatomi yang kuat.

Diskusi berjalan dinamis, dengan mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai perbedaan struktur anatomi antarspesies, tantangan mempelajari anatomi secara daring, serta aplikasinya di klinik hewan kecil dan hewan besar. Dr. Baso menjawab dengan contoh nyata dari pengalaman mengajar dan penelitiannya, serta memberikan dorongan agar mahasiswa terus melatih observasi dan penalaran anatomi dalam setiap mata kuliah klinis.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-54 FKH UNAIR, yang akan mencapai puncaknya pada 10 Januari 2026. Fakultas berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik internasional untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa FKH UNAIR mendapatkan kesempatan untuk melihat perspektif anatomi veteriner dari negara lain dan memahami bahwa pemahaman anatomi yang baik merupakan kunci menjadi dokter hewan yang kompeten, teliti, dan peka terhadap kelainan klinis.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat minat mahasiswa terhadap anatomi dan mendorong kolaborasi akademik antara FKH UNAIR dan Bayero University Kano di masa mendatang. Dengan semangat Dies Natalis, FKH UNAIR akan terus mengembangkan kegiatan yang menghadirkan narasumber internasional untuk mendukung pembelajaran veteriner yang adaptif dan berwawasan global.

 

Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si

AKSES CEPAT