51

51 Official Website

Langkah Kuda, Sentuhan Dokter : Di Balik Gelar Triple Crown, King Argentine.

King Argentine merupakan salah satu kuda pacu legendaris milik King Halim Stable yang pada tanggal 27 Juli 2025 berhasil menyabet gelar bergengsi Triple Crown dalam ajang Indonesias Horse Racing Indonesia Derby 2025, setelah 11 tahun lamanya tidak ada kuda pacu yang mampu meraih gelar tersebut. Prestasi membanggakan ini tidak hanya membuktikan kecepatan dan ketangguhan sang kuda di lintasan pacu, tetapi juga menjadi bukti nyata dari kerja sama tim yang solid di balik layarterutama peran penting seorang dokter hewan. Pada kegiatan kuliah tamu tanggal 2 September 2025 yang di moderatori oleh Nur Hidayat, drh., M.Si , kami dari kelompok 1B PPDH Gelombang 44 berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Dodit Hendrawan, drh., M.Si , dokter hewan yang menangani King Argentine. Dalam kuliah tamu ini, beliau membagikan wawasannya mengenai manajemen pemeliharaan, pakan, kesehatan, serta analisis usaha kuda.

Kegiatan kuliah tamu diawali dengan pengenalan umum tentang kuda: bagaimana sifat alamiahnya, bagaimana pembagian klasifikasi kuda berdasarkan umur, serta bagaimana cara berinteraksi yang benar dan aman dengan kedua. Sesi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai manajemen pemeliharaan kuda di King Halim Stable, yang disesuaikan dengan tujuan pemeliharaannya. Sebagai contoh, untuk kuda pacuan seperti King Argentine, proses seleksi dimulai sejak fase yearlingyakni saat kuda berusia 12 tahun. Kuda yang terpilih akan menjalani pelatihan intensif melalui proses breaking horse, yang meliputi:

Proses Longing selama 2 minggu Pembiasaan pemasangan saddle selama 1 minggu

Pembiasaan ditunggangi oleh rider selama 1 minggu

Diharapkan, pada usia 23 tahun, kuda sudah siap bertanding di arena pacuan. Dalam proses seleksi, faktor keturunan menjadi penentu utama. Sebagai trah KP6 dari kuda Thoroughbred bernama Long War, kuda King Argentine memiliki sifat bawaan yang mendekati kuda pacu murni. Inilah alasan mengapa ia dipilih sebagai perwakilan King Halim Stable dalam ajang Indonesias Horse Racing Indonesia Derby 2025. Tentu, pencapaian King Argentine tidak terlepas dari peran suportif dari dokter hewan Dodit Hendrawan. Dalam kuliah tamu, beliau menceritakan perjalanan panjangnya bersama King Argentinemulai dari proses kelahiran kuda King Argentine, upaya menjaga kesehatan kuda King Argentine agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti kolik, hingga pemberian perawatan sebelum dan sesudah pacuan demi menjaga performa kuda King Argentine tetap dalam kondisi prima.

Kemenangan Triple Crown King Argentine kemarin terasa sangat emosional bagi saya. Bahkan saat melihat King Argentine baru masuk ke dalam gate saja, saya sudah yakin betul ia akan memenangi pacuan tersebutseolah kuda itu berbicara langsung kepada saya, ujar dokter Dodit pada kami dengan penuh rasa bangga.

Dari pertemuan singkat kami bersama dokter Dodit, selain bertambahnya wawasan kami mengenai manajemen pemeliharaan, pakan, kesehatan, dan analisis usaha kuda, kami juga mendapatkan sebuah pelajaran penting yakni, ketika profesionalisme sebagai dokter

hewan berpadu dengan rasa cinta terhadap perkerjaan yang sedang kita tekuni, maka hasil akhir yang tercipta bisa begitu indahseperti kisah inspiratif dokter Dodit Hendrawan bersama kuda King Argentine.

 

Sumber: Artikel Teaching Farm-AI Center Kelompok 1B PPDH Gelombang 44

AKSES CEPAT