51动漫

51动漫 Official Website

Magang Mandiri di Kebumen : Mengenal dan Merawat Sapi PO Kebumen bersama Puskeswan

Kabupaten Kebumen merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak peternakan sapi pedaging di Jawa Tengah. Varietas Sapi PO (Peranakan Ongole) Kebumen merupakan hewan ternak unggulan sebagai plasma nutfah di pesisir selatan pulau Jawa yang banyak dikembangbiakkan dan dipelihara dengan local wisdom/kearifan lokal. Nilai strategis sapi PO dipelihara secara turun-temurun dan memiliki produktivitas yang tinggi sehingga banyak diminati masyarakat untuk dikembangbiakkan. Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Pangan berupaya untuk meningkatkan produksi daging guna memenuhi kebutuhan protein yang dikonsumsi oleh masyarakat. Sapi PO Kebumen yang mempunyai keseragaman bentuk fisik yang khas dibandingkan dengan sapi lain, sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia harus dilindungi dan dilestarikan. Karakteristik dari Sapi PO ini sendiri yaitu warna bulu umumnya putih sampai putih keabu-abuan dengan hidung dan ekor berwarna hitam, bentuk tubuh empat persegi Panjang (tampak samping), profil muka dahi cembung (bekem), hidung rata (papag), memiliki gelambir yang tebal berlipat-lipat memanjang tidak putus dari dagu hingga pusar serta ekor memanjang sampai di bawah lutut dengan bulu cambuk. Salah satu pembeda sapi PO jantan dan betina terletak pada bentuk gumba yang dimilikinya. Pada sapi PO betina gumba tampak berukuran sedang, sedangkan pada sapi PO jantan gumba tampak lebih besar, tegak dan berbentuk seperti bunga turi (ngembang turi). Sifat produksi daya adaptasi luas dari dataran rendah sampai sedang. Daya tahan penyakit relatif lebih tahan terhadap penyakit tropis dan ektoparasit. Daya tahan pakan relatif lebih tahan terhadap pakan kualitas rendah.

page2image22418928

Gambar 1. Sapi PO Kebumen di Pasar Hewan Kebumen sumber: dokumentasi pribadi

Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫, salah satu perguruan tinggi yang memiliki program studi S1 Kedokteran Hewan terbaik di Indonesia melihat kesempatan ini sebagai salah satu upaya mendidik mahasiswa melalui pembelajaran di luar kelas, yakni melalui kegiatan magang mandiri. Fakultas Kedokteran Hewan Unair mengirimkan 10 orang mahasiswa dalam kegiatan magang ini dan ditugaskan di lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di Kabupaten Kebumen, yakni: Puskeswan Gombong, Puskeswan Mirit, Puskeswan Alian, Puskeswan Kebumen, dan Puskeswan Klirong. Output dari kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman berpraktik di lapangan dan mengamati secara langsung kondisi peternakan di masyarakat. Pelayanan di Puskeswan meliputi aktif servis, semi aktif, dan pasif servis. Salah satu kegiatan yang kami ikuti adalah Puskeswan Keliling (Puskeswanling) yang termasuk ke pelayanan pasif servis, hal ini mengacu pada praktik memberikan pelayanan kesehatan hewan di berbagai lokasi dengan menggunakan fasilitas bergerak atau mobile. Layanan ini dirancang untuk mencapai hewan di daerah yang sulit dijangkau atau tidak memiliki akses mudah ke fasilitas kesehatan hewan tetap. Konsep ini mirip dengan puskesmas keliling untuk kesehatan manusia. Ada beberapa aspek dari kegiatan Puskeswanling seperti Pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi, perawatan pencegahan, pelayanan darurat, dan memberi edukasi kepada pemilik hewan. Pusat kesehatan hewan keliling menjadi penting terutama di daerah pedesaan atau daerah terpencil di mana akses ke

fasilitas kesehatan hewan mungkin terbatas. Ini membantu memastikan bahwa hewan-hewan tersebut tetap sehat dan dapat terhindar dari penyebaran penyakit.

Kelompok kami melaksanakan kegiatan magang mandiri selama kurang lebih dua minggu, terhitung mulai tanggal 15-27 Januari 2024. Waktu yang sangat singkat bagi kami, hal ini kami lakukan sembari mengisi waktu liburan semester. Selama dua minggu tersebut telah banyak pengalaman yang kami dapat, tetapi menurut kami itu adalah waktu yang singkat karena kami ingin lebih lama lagi untuk terus belajar terjun langsung di lapangan.

Kegiatan magang mandiri kami ini dilaksanakan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Kebumen. Selama melaksanakan magang, kelompok kami yang beranggotakan sepuluh orang dibagi menjadi lima kelompok yang lebih kecil sehingga setiap kelompok terdiri dari dua orang yang ditempatkan di tiap puskeswannya. Kami ditempatkan di lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di wilayah Kabupaten Kebumen, yaitu Puskeswan Mirit, Alian, Gombong, Kebumen, dan Klirong. Setiap Puskeswan ini bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan hewan di beberapa kecamatan.

Kami memilih Kebumen sebagai tempat magang karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Kebumen memiliki varietas unggul yaitu Sapi PO Kebumen. Populasi kambing dan domba di masyarakat Kebumen juga tak kalah melimpah. Selain itu, Kebumen juga memiliki kultur sosial humaniora yang khas mulai dari masyarakatnya, makanan khas hingga destinasi wisata, sehingga harapannya kami bisa mengeksplor tentang Sapi PO Kebumen 搚ang menurut pernyataan salah satu dokter hewan setempat memiliki ciri khas gelambir yang membedakan Sapi PO Kebumen dengan sapi PO lain sekaligus mendapatkan insight baru mengenai Kota Kebumen.

Sebelum melangsungkan kegiatan magang, kami diharuskan untuk membuat dan mengajukan proposal ke kemahasiswaan melalui BEM Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫. Setelah proposal Magang mandiri turun dari kemahasiswaan, kami menghubungi pihak Dinas Pertanian dan Pangan untuk mengajukan proposal kegiatan magang mandiri yang akan dilaksanakan dan diarahkan untuk menghubungi Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner yaitu drh. Marti Ike Wahyu Erawati, MP., terkait proses pelaksanaan magang mandiri yang akan dilaksanakan.

Kedatangan kami di Kebumen disambut baik oleh pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Kami diarahkan untuk membagi diri menjadi 5 kelompok yang nantinya tiap kelompok terdiri atas 2 mahasiswa dan akan ditempatkan di 1 Puskeswan. Adapun Puskeswan yang akan ditempati berada di 5 kecamatan yang berbeda yaitu Puskeswan Gombong, Mirit, Klirong, Alian dan Kebumen. Mengingat kontur wilayah Kebumen yang

sangat beragam, kami pun mendapat experience yang berbeda di masing-masing wilayah kerja. Contohnya Puskeswan Alian yang memiliki wilayah kerja salah satunya Kecamatan Karangsambung yang memiliki kontur cukup tinggi dan ekstrem, lain dengan Puskeswan Mirit dan Klirong yang terkenal merupakan daerah perbibitan memiliki wilayah kerja di daerah pesisir selatan Kebumen.

“Saya ikut senang sekarang sudah mulai banyak kegiatan magang mandiri dari mahasiswa, karena selain untuk mengisi waktu liburan juga menambah ilmu dan pengalaman”, ucap drh. Nurul, koordinator Puskeswan Mirit. Terjun ke lapangan sebagai dokter hewan bukanlah suatu hal yang mudah, 淗arus bisa meyakinkan bahwa tindakan yang akan kita berikan ke ternak akan berdampak baik untuk ternak dan peternak merupakan sedikit dari banyak nasihat yang diberikan oleh drh. Wahyu Hendra selaku koordinator Puskeswan Kebumen.

Koordinator Puskeswan Alian, drh. Nining turut menambahkan, 淢anfaatkan waktu muda untuk belajar keras dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, karena tidak ada waktu yang terbuang sia-sia untuk belajar, belajarlah dengan cara yang menyenangkan, percayalah tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan mudah. Tidak lupa drh. Rizqi dan drh. Zaskia, koordinator Puskeswan Gombong dan Klirong menyampaikan 淭erimakasih sudah banyak membantu, semoga magang kali ini bisa menambah pengetahuan, pengalaman, kemandirian dan melatih skill bertahan hidup ya. Tetap semangat belajar, jalan masih panjang, jangan lupa untuk selalu ‘Mikul Dhuwur, Mendem Jero’. Semangat, semoga sukses selalu.

page5image22389696

Gambar 2. Penyerahan Plakat Kenang-Kenangan dari Peserta Magang sumber: dokumentasi pribadi

Kegiatan magang mandiri di puskeswan ini membuat kami menyadari bahwa tugas dokter hewan tidak hanya terkait kesehatan dan kesejahteraan hewan saja. Sebagai dokter hewan, kita juga dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan peternak agar tujuan kesehatan dan kesejahteraan hewan dapat tercapai. Selain itu, kami juga merasakan beratnya menjadi dokter hewan yang harus berkeliling, vaksinasi dan sosialisasi kepada warga dari rumah ke rumah. Ini membuat kami semakin menghargai dan menghormati para dokter hewan di luar sana yang sedang berjuang demi kesejahteraan ternak dan masyarakat.

Pengalaman magang di 5 puskeswan yang ada di Kebumen menjadi salah satu pengalaman magang paling mengesankan. Kami segenap mahasiswa dari 51动漫 memberi ucapan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen karena telah memberikan izin untuk dapat melaksanakan magang di puskeswan- puskeswan yang ada di Kebumen, serta bersedia untuk dijadikan tempat untuk menimba ilmu dengan cara terjun langsung di desa-desa. Kami juga berterima kasih kepada seluruh dokter dan tenaga paramedik di tiap puskeswan yang selalu membimbing kami selama 2 minggu dalam pelaksanaan kegiatan magang di Puskeswan Gombong, Puskeswan Alian, Puskeswan Mirit, Puskeswan Klirong dan Puskeswan Kebumen.

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada:

  1. Bapak Teguh Yuliono, S. T., M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen.
  2. Ibu Retno Handarwati,S.Pt., M.M., Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
  3. drh. Marti Ike Wahyu Erawati, M.P., Medik Veteriner/Sub Koordinator Keswan/Pejabat

    Otoritas Veteriner Kab. Kebumen.

author: Nur Fauziah (161221125), Moshaddeq Freudy N. (161221003), Kanaisyah Maylani (161221008), Fayi Pahlawan R. (161221119), Muna Azizah (161221127), Rizky Yunita Eka P. 161221130, Balqis Khairani L. (161221134), Abhinaya Rafif Kent N. (161221162), Hasim Asngari (161221175), Rafif Praptama Iskandar (161221214)

AKSES CEPAT