51动漫

51动漫 Official Website

MEGAKOLON PADA KUCING: PENYAKIT TERSEMBUNYI YANG BERAKIBAT FATAL

Kucing merupakan salah satu hewan yang populer dan telah lama dipelihara oleh masyarakat, baik kucing dengan ras murni maupun ras lainnya. Meskipun begitu masih banyak berbagai macam permasalahan pada kucing yang terjadi secara tiba-tiba. Salah satu penyakit yang dapat terjadi pada kucing adalah Megakolon. Penyakit merupakan penyakit pencernaan yang serius dimana terjadi pembesaran pada usus besar serta melemahnya otot dan saraf usus besar sehingga menyebabkan terhambatnya pengeluaran feses secara normal. Penyakit ini dapat berakibat buruk bahkan hingga fatal apabila tidak dilakukan pengobatan dan penanganan yang tepat. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pada RSHP sejalan dengan pelaksanaan SDGS, yaitu SDG no 4.

Pengertian Megakolon
Megakolon merupakan penyakit terjadi dengan kondisi pembesaran pada kolon yang membuat kolon melebar, terisi oleh feses yang seiring berjalannya waktu akan menjadi keras dan kering sehingga membuat kolon melemah, mengurangi fungsi gerak kolon dan dapat berakibat feses yang tidak dapat keluar secara normal. Fungsi usus besar sebagai tempat penyerapan air dari makanan yang dicerna, apabila terjadi pengendapan feses pada usus besar dengan periode waktu yang berkepanjangan maka akan cairan yang terdapat pada feses akan terus diserap sehingga membuat feses menjadi kering dan sulit dikeluarkan. Apabila berkepanjangan dapat menurunkan kinerja otot dinding dan saraf pada kolon sehingga dapat menurunkan fungsi normal kolon dan meningkatkan permasalahan defekasi (Hinsperger, 2024).

Penyebab Megakolon dapat dibagi berdasarkan beberapa faktor yang mengganggu, sekitar 62% penyebab dari megakolon tidak diketahui penyebabnya secara jelas. Penyebab lainnya yang dapat mengakibatkan megakolon adalah konstipasi yang kronis yang tidak terobati sehingga dapat menybabkan akumulasi feses pada usus besar dan menurunnya gerak normal usus besar. Penyebab lain yang dapat mengakibatkan megakolon adalah trauma atau fraktur pada tulang pelvis sehingga terjadi penyempitan pada panggul dan menghambat pengeluaran feses secara normal. Permasalahan lain yang dapat mengakibatkan megakolon adalah kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi fungsi-fungsi otot dan syaraf pada usus besar (Abdelbaset-Ismail et. al., 2022)

Megakolon pada kucing
Signalement
Kasus yang ditemukan pada Rumah Sakit Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 pada kucing domestik longhair berumur 5 tahun dengan BB 4.1 kg. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan pada tanggal 16 Desember 2024.

Anamnesa
Kucing tersebut datang dengan keluhan tidak BAB selama 3 hari, sering merejan pada kotak pasir namun tidak keluar pup, sudah pernah operasi untuk pengeluaran feses 2x namun kambuh lagi setelah 4 bulan, sudah diberikan laxative oral dan suppositoria anal namun feses hanya keluar sedikit.

Pemeriksaan fisik dan lanjutan, serta tindakan medis
Hasil pemeriksaan fisik yaitu suhu normal 37,8掳C dan berat badan 4.1 kg, palapasi usus bagian kolon keras, Pemeriksaan lanjutan yang digunakan yaitu pemeriksaan Xray. Hasil pemeriksaan xray pada kucing tersebut dilakukan pada posisi ventrodorsal pada regio abdomen dengan fokus pada kolon. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penumpukan feses pada kolon serta pembesaran abnormal pada kolon yang dapat disimpulkan sebagai megakolon. Tindakan medis yang dilakukan adalah dilakukannya klisma untuk mengeluarkan feses yang menumpuk.

Klisma
Klisma merupakan teknik pengeluaran feses dengan merangsang pengeluaran feses dengan memasukkan cairan ke dalam rektum untuk melunakkan dan merangsang pergerakan peristaltik usus besar. Klisma dapat dilakukan pada kucing dengan indikasi sembelit atau konstipasi yang cukup parah. Prosedur ini dapat dilakukan dengan berbagai pertimbangan, seperti iritasi pada rektum dikarenakan penggunaan jenis cairan yang salah, tekanan yang berlebihan pada saat pelaksanaan serta tidak diberikannya pelicin pada alat sebelum dilakukan prosedur.

Pengobatan Megakolon pada kucing?
Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi megakolon bergantung pada tingkat keparahan yang terjadi, penanganan yang diberikan dapat dibagi secara konservatif dan penanganan operasi (Paramita, 2021). Pada penanganan konservatif dapat dilakukan dengan menggunakan obat pencahar untuk melunakkan tinja, dilakukan tindakan klisma dengan campuran air hangat dan gliserin atau mineral oil (5-10ml/kucing) lalu dipijat secara manual, pergantian diet dengan pakan ber serat, serta pemberian obat untuk meningkatkan peristaltik usus seperti lactulose dan pemberian probiotik untuk membantu kinerja otot usus besar. Tindakan operasi dilakukan apabila tingkat keparahan tinggi dan penanganan konservatif kurang mencukupi. Prosedur operasi yang dilakukan adalah prosedur Enterotomy dimana dibuat sayatan pada dinding usus besar untuk mengeluarkan feses yang menyumbat.

Penulis: Firman Lastoaji

AKSES CEPAT