Kami mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 yang beranggotakan Dhea, Melisa, Aulia, Naila, Kayla, Rizka, Zahra, Ayla, Nayla, dan Meisya melakukan kegiatan magang di Peternakan Kambing Burja yang bertempat di Jl. Yos Sudarso, Setran, Bedali, Kec. Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Disana kami bertemu dengan beberapa mahasiswa dari jurusan Peternakan Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Malang yang sedang melakukan kegiatan magang juga.
Magang ini kami laksanakan selama dua minggu di Kambing Burja Farm yang berlokasi di Jl. Yos sudarso Gg tebu, Setran, Bedali, Kec. Lawang, Kabupaten Malang, Jawa timur. Selain di lokasi utama, kami juga berkesempatan mengunjungi beberapa mitra Kambing Burja Farm di berbagai daerah seperti Purwodadi, Pujon, Karangploso, dan Puslatker yang letaknya tidak jauh dari Kambing Burja Farm.
Magang mandiri yang dilakukan dengan praktik langsung ke lapangan merupakan sebuah bagian penting dalam pembelajaran untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, terutama dalam memperoleh pengalaman yang nyata baik dalam penanganan, manajemen kandang dan pakan serta diagnosa kesehatan kepada hewan ternak itu sendiri. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kurung waktu kurang lebih 2 minggu dari tanggal 2 Juli hingga 15 Juli 2025. Kami para mahasiswa langsung terlibat dalam praktik harian seperti pencegahan penyakit, pemberian pakan, manajemen kandang, hingga penanganan medis yang dimana tentunya dibimbing langsung oleh para tenaga profesional yang tentunya sudah sangat berpengalaman dalam bidangnya. Kegiatan magang ini telah memberikan ruang untuk mahasiswa dalam penerapan ilmu Kedokteran Hewan di lingkungan peternakan yang modern ini dengan sistem manajemen yang lebih terstruktur.
Kegiatan yang kami lakukan selama periode magang meliputi penerapan manajemen kandang, manajemen pakan, dan kesehatan hewan. Kami mempelajari penerapan manajemen kandang dan pakan yang diterapkan pada Kambing Burja Farm. Tidak hanya itu, kami juga berkesempatan untuk melaksanakan praktik langsung penerapan kesehatan hewan pada lingkup peternakan mulai dari pengamatan kesehatan hewan ternak, penanganan ternak pada saat partus, penanganan ternak yang sakit, hingga autopsi hewan ternak. Hal ini tentunya turut mendukung Sustainable Development Goals(SDGs) nomor 2 yaitu No Hunger dan nomor 3 yaitu Good Health karena melalui penerapan manajemen kandang dan pakan yang baik, hewan ternak dapat tumbuh dengan sehat yang turut mendukung pertahanan dan pertumbuhan kualitas swasembada daging serta melalui penerapan kesehatan hewan dengan pencegahan dan penanganan hewan ternak yang sakit dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit zoonosis dari hewan ke manusia.
Magang ini diawali dengan orientasi singkat untuk memahami alur kerja dan kondisi peternakan. Setiap hari, kami melakukan observasi rutin terhadap kambing, seperti mengamati nafsu makan, kondisi fases dan tingkah laku yang tidak biasa. Kami juga membantu pekerja kandang dalam tugas harian seperti pemberian pakan, penggantian air minum, pembersihan area kandang, dan pemeriksaan kesehatan harian.
Saat menemukan kasus penyakit, kami berkoordinasi dengan penanggung jawab kandang擠okter Kresno, Mas Bayu, dan Mas Muhajir攗ntuk melakukan diagnosis dan penanganan yang tepat. Berkat bimbingan mereka, kami mendapatkan pengetahuan baru yang tidak pernah kami dapatkan sebelumnya, yaitu mengenali gejala dan tanda-tanda awal penyakit yang sering kali terlewatkan.
Pendekatan ini sangat membantu dalam Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education, yang memiliki arti Pendidikan Berkualitas. Magang ini tidak hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang meningkatkan keterampilan praktis dan pemahaman yang mendalam yang tidak bisa didapatkan saat di kelas.
Dalam konteks peternakan, ini berarti memastikan bahwa ada pendidikan dan pelatihan yang relevan tersedia, termasuk pengetahuan tentang praktik peternakan yang berkelanjutan, kesehatan hewan, manajemen pakan, dan inovasi teknologi di bidang peternakan.
Dengan menerapkan teori secara langsung, kami tidak hanya memperdalam pemahaman tetapi juga menambah wawasan baru. Magang ini adalah bentuk pendidikan praktis dan efektif yang melengkapi kurikulum formal dengan pengalaman berharga dan relevan di lapangan. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs 4 untuk menjamin kualitas pendidikan yang inklusif, merata, dan meningkatkan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua.
Oleh karena itu, kegiatan magang ini menjadi sangat penting sebagai jembatan antara teori yang kami dapatkan di kelas dengan realita di lapangan. Dengan begitu, kami tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih utuh, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja secara profesional. Melalui magang ini, kami dapat mengasah kemampuan dalam menganalisis kesehatan hewan, manajemen kandang, manajemen pakan, hingga mengembangkan kemampuan soft skill seperti komunikasi, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan yang tepat dalam situasi kritis.
Magang mandiri dilaksanakan oleh mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 bersama rekan-rekan dari jurusan Peternakan Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Malang. Kegiatan berlangsung selama dua minggu, dari 2 Juli hingga 15 Juli 2025, di lokasi utama Kambing Burja Farm (Jl. Yos Sudarso Gg. Tebu, Lawang, Malang) serta mitra di Purwodadi, Pujon, Karangploso, dan Puslatker. Sebagai wahana praktik langsung, magang ini menitikberatkan pada penerapan ilmu veteriner di lapangan攎eliputi manajemen kandang, manajemen pakan, pencegahan penyakit, hingga tindakan medis dasar攄i bawah bimbingan tenaga profesional seperti Dr. Kresno, Mas Bayu, dan Mas Muhajir.
Secara metodologis, kegiatan dimulai dengan orientasi alur kerja peternakan, dilanjutkan observasi harian terhadap nafsu makan, kondisi feses, dan perilaku kambing. Mahasiswa secara aktif membantu pemberian pakan, penggantian air, pembersihan kandang, serta pemeriksaan kesehatan rutin. Saat menemui kasus penyakit, tim magang berkoordinasi untuk diagnosis dan penanganan tepat, sekaligus mempelajari tanda-tanda awal penyakit yang sering terlewat di ruang kelas. Praktik observasi dan tindakan langsung juga mencakup pendampingan saat partus, penanganan ternak sakit, hingga autopsi hewan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals:
SDG 2 (No Hunger) dan SDG 3 (Good Health), melalui penerapan manajemen pakan dan kandang yang mendukung pertumbuhan sehat serta pencegahan penyakit zoonosis.
SDG 4 (Quality Education), dengan memperkuat pendidikan praktis yang tidak diperoleh di perkuliahan, meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman mendalam tentang praktik peternakan berkelanjutan.
Hasil magang menunjukkan peningkatan kompetensi veteriner lapangan, baik hard skills (manajemen ternak, diagnosa penyakit, teknik penanganan medis) maupun soft skills (komunikasi, kerja sama tim, pengambilan keputusan kritis). Kegiatan ini menjadi jembatan efektif antara teori dan praktik, mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesi secara lebih profesional dan holistik.
Penulis:
Dhea Ediand Widiasakti
Melisa Nadya Velista
Kayla Sava Widyasmara
Naila Sajida Rahmah
Aulia Rahmahdina
Ayla Zalfa Ghina Tsabitah
Meisya Widya Putri
Najwa Azzahra Mecca
Nayla Kaneysia
Rizka Amelia




