Surabaya, 22 Agustus 2025, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51¶¯Âþ menggelar pemaparan gagasan calon dekan periode 2025“2030. Dalam forum yang dihadiri sivitas akademika, hadir Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes. sebagai calon tunggal dekan FKH UNAIR periode 2025-2030. Acara dipandu oleh Tri Suksmono Asung Raharjo, SE., M.Hum. dari Direktorat SDM UNAIR dengan panelis Prof. Dr. Prastiya Indra Gunawan, dr., Sp.A(K) dan Dr. Toha Saifudin, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, dekan FKH saat ini, Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., M.P. menekankan bahwa seleksi calon dekan merupakan proses penting karena dekan berperan sebagai pemimpin strategis yang menentukan arah kebijakan dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Transparansi, objektivitas, serta proses yang demokratis diharapkan melahirkan sosok visioner yang mampu membawa FKH semakin maju.

Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes. yang telah mengabdi lebih dari tiga dekade di Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ, memaparkan gagasan bertajuk œTransformation, Acceleration, and Rehabilitation of the Faculty of Veterinary Medicine 51¶¯Âþ Towards World Class Excellence 2025“2030. Dalam paparannya, Prof. Lilik memiliki motivasi, yaitu menjadikan FKH Unair Pusat unggulan pendidikan di tingkat global, mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, adaptif sebagai problem solver dan menghasilkan riset inovasi yang berdampak dan meningkatkan Kesejahteraan masyarakat serta mempertahankan kolaborasi lintas sektor, hilirisasi riset dan veterinarypreneurship.Ìý
Sebagai calon dekan, visi yang diusung adalah menjadikan Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ sebagai institusi berkelas dunia yang unggul dalam pendidikan, riset inovatif, serta memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap berlandaskan nilai moral dan agama. Untuk mewujudkan visi tersebut, beliau merumuskan misi yang mencakup penyelenggaraan pendidikan berkualitas global berbasis kompetensi, teknologi digital, dan profesionalisme; menghasilkan riset inovatif dan aplikatif di bidang kesehatan hewan, zoonosis, stem cell, biomolekuler, dan bioteknologi reproduksi yang mendukung pencapaian SDGs; serta mengembangkan kemitraan strategis dengan industri, pemerintah, dan masyarakat guna mendorong hilirisasi produk, layanan veteriner, dan veterinarypreneurship. Selain itu, beliau menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan tridharma, mobilitas internasional, serta penguasaan teknologi. Misi tersebut juga ditopang oleh upaya mendorong kemandirian kelembagaan melalui optimalisasi sumber daya, tata kelola berbasis Good University Governance, dan pengembangan infrastruktur yang terintegrasi.
Untuk mencapai visi misi tersebut, Prof. Lilik menawarkan strategi pengembangan yang dibagi ke dalam empat bidang utama. Bidang pertama berfokus pada akselerasi mutu akademik melalui kurikulum fleksibel, pembelajaran inovatif-adaptif, serta penguatan talenta dosen dan mobilitas internasional. Bidang kedua menekankan transformasi infrastruktur dan fasilitas akademik, termasuk pembangunan laboratorium stem cell, pusat inseminasi buatan, teaching farm berbasis one health, serta revitalisasi Rumah Sakit Hewan Pendidikan agar menjadi pusat layanan veteriner modern dan unggulan di Indonesia.
Selanjutnya, bidang ketiga diarahkan pada akselerasi riset, publikasi, dan inovasi dengan target peningkatan jumlah publikasi bereputasi internasional, kontrak adjunct professor kelas dunia, serta percepatan hilirisasi hasil riset yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sementara itu, bidang keempat berfokus pada penguatan veterinarypreneurship melalui pembentukan inkubator bisnis, kemitraan strategis dengan industri dan pemerintah, serta penyelenggaraan pameran inovasi untuk mendorong tumbuhnya startup berbasis riset di bidang kesehatan hewan.
Di akhir pemaparannya, Prof. Lilik menegaskan bahwa seluruh strategi tersebut akan dituangkan dalam action plan jangka menengah 2025“2030 dengan prinsip SMART (Smart education for millennial people, Meaningful research and community service, Acceleration innovation and enterprising, Responsive and lean management, dan Top up tangible and intangible resource utilization) yang sesuai dengan motto UNAIR. Dengan semangat œUnair Hebat, FKH Semakin Hebat, beliau berharap gagasannya mampu memperkuat posisi FKH UNAIR sebagai institusi pendidikan kedokteran hewan berkelas dunia sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Penulis : Hend Anisa Zahra dan Rifqoh Kayla Larasati
Editor : Mirzania Danish Maleha




