51动漫

51动漫 Official Website

Pemanfaatan Sari Buah Apel, Anggur, dan Buah Naga Merah sebagai Diluter Alternatif dalam Inseminasi Buatan di Eks-Laboratorium IB FKH UNAIR

Dalam upaya mendukung inovasi dalam bidang reproduksi hewan, sekelompok
mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan Gelombang 42, Kelompok 3D, Fakultas
Kedokteran Hewan 51动漫, melakukan praktikum pengembangan diluter
alternatif berbahan alami. Praktikum ini berlangsung di Eks Laboratorium Inseminasi Buatan,
Divisi Reproduksi, FKH UNAIR, pada tanggal 28 April hingga 7 Mei 2025. Praktikum ini
bertujuan untuk mengevaluasi potensi sari buah apel, anggur, dan buah naga merah sebagai
bahan dasar pengencer semen yang digunakan dalam teknik inseminasi buatan. Ketiga jenis
buah tersebut dipilih karena diketahui memiliki kandungan antioksidan tinggi seperti vitamin
C, flavonoid, dan polifenol, yang berperan penting dalam menjaga kualitas sperma selama
proses penyimpanan.
Proses praktikum dilakukan secara sistematis dan ilmiah oleh para mahasiswa, dimulai
dari tahap persiapan bahan, ekstraksi sari buah, hingga formulasi diluter dan uji aplikatifnya
terhadap semen hewan jantan. Buah-buahan yang digunakan terlebih dahulu dicuci bersih,
dipotong kecil, lalu diblender dan disaring untuk mendapatkan sari murni. Sari tersebut
kemudian dicampur dengan bahan tambahan berupa larutan buffer (menggunakan sitrat) untuk
menjaga kestabilan pH, serta antibiotik untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
Setelah formulasi diluter selesai, semen segar dari domba jantan dikoleksi dan diencerkan
menggunakan campuran tersebut.
Selama proses penyimpanan, kualitas semen yang telah diencerkan dievaluasi secara
berkala melalui pemeriksaan motilitas, viabilitas, dan morfologi sperma menggunakan
mikroskop dan metode pewarnaan khusus. Penilaian ini dilakukan untuk membandingkan
efektivitas diluter berbahan sari buah terhadap diluter komersial yang biasa digunakan. Hasil
awal menunjukkan bahwa sari buah apel, anggur, dan buah naga merah mampu
mempertahankan kualitas sperma dengan cukup baik, terutama dalam hal motilitas dan
integritas membran.
Praktikum ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa PPDH,
tetapi juga berpotensi menjadi solusi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan bagi
pelaksanaan inseminasi buatan, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses
terhadap diluter komersial. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal berupa buah-buahan
yang mudah diperoleh, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian peternak dan
memperluas penerapan teknologi reproduksi di lapangan.

AKSES CEPAT