Divisi Parasitologi Veteriner telah melakukan pemeriksaan parasit Paus Physeter macrocephalus jantan yang terdampar di perairan Pulau Bali.
Laboratorium Parasitologi Veteriner, Divisi Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, 51动漫 menerima sampel cacing dari 2 (dua) ekor Paus yang dikirim pada tanggal 6 Juni 2023. Satu sampel dalam media formalin dan sampel lain dalam media yang tidak diketahui, diperkirakan media laktofenol berdasarkan warna dari sampel. Hasil identifikasi kedua sampel menunjukan keduanya adalah cacing dari keluarga (Famili) Anisakidae.
Paus merupakan inang utama cacing Anisakis sp. Cacing dewasa Anisakis sp., dapat berkembang dalam intestin Paus selanjutnya akan bertelur, kemudian telur akan keluar mencemari perairan. Di perairan telur Anisakis sp., akan berkembang menjadi telur berlarva, apabila tertelan oleh ikan-ikan kecil kemudian akan berkembang menjadi larva. Ikan-ikan kecil merupakan makanan ikan-ikan besar dan atau Paus. Paus akan terinfeksi oleh larva yang menginfeksi ikan yang menjadi mangsanya. Beberapa spesies cacing Anisakis bersifat zoonosis, maka dianjurkan bagi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan laut yang telah dimasak sempurna (matang).




