Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 (FKH UNAIR) melaksanakan acara penerjunan mahasiswa Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 2025 yang diikuti oleh 205 mahasiswa semester 7. Acara ini menjadi momen penting setelah sebelumnya mahasiswa mendapatkan sosialisasi dan pembekalan, kini mereka resmi diberangkatkan untuk melaksanakan pengabdian sekaligus pembelajaran langsung di lapangan.

Acara penerjunan berlangsung pada pagi hari dengan rangkaian kegiatan yang sederhana namun khidmat. Pembukaan dipandu oleh pembawa acara drh. Mirza Atikah M. Hisyam, M.Si., acara dimulai dengan penuh semangat sebagai tanda dimulainya misi pengabdian mahasiswa di masyarakat. Laporan PIC BBK 2025 disampaikan oleh Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., selaku Ketua Tim BBK 2025. Beliau melaporkan persiapan teknis hingga kesiapan 205 mahasiswa yang terbagi dalam 10 lokasi di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Lumajang, Kediri, Nganjuk, Madiun, Magetan, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, serta Kota Surabaya. Setiap lokasi melibatkan puskeswan dan klinik hewan setempat sebagai wahana praktik mahasiswa, dengan dukungan dinas terkait di masing-masing daerah dengan sistem rolling magang hewan besar dan kecil selama 2 bulan.

Dekan FKH UNAIR Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes memberikan sambutan dan pesan penting kepada mahasiswa peserta BBK. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga etika, integritas, serta mengoptimalkan kesempatan belajar di lapangan.

Doa bersama dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Anam Al Arif, drh., M.P., doa bersama dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan BBK 2025 berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat baik bagi mahasiswa maupun masyarakat di lokasi magang.
Acara ditutup dengan arahan teknis pemberangkatan setelah itu mahasiswa bersiap diberangkatkan ke lokasi masing-masing, didampingi dosen pembimbing dan tim teknis dari fakultas.
Penerjunan mahasiswa BBK 2025 menjadi langkah strategis FKH UNAIR dalam mengimplementasikan kurikulum semester 7 secara langsung di lapangan. Dengan konversi 20 SKS, program ini menekankan pembelajaran kontekstual, penguatan soft skills, serta peningkatan kompetensi profesional.

Kesuksesan program BBK 2025 didukung dosen pembimbing internal dan eksternal yang terdiri dari 28 dosen pembimbing lapangan dan 51 dosen mata kuliah semester 7 dari FKH UNAIR sebagai dosen internal dan 98 dosen pembimbing eksternal dari dinas, KUD, puskeswan, dan klinik hewan yang membimbing langsung di lapangan. Kehadiran dosen pembimbing ini memastikan mahasiswa mendapatkan arahan akademik sekaligus bimbingan praktis sesuai kebutuhan lapangan.
Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., berharap mahasiswa dapat menjaga sikap dan menunjukkan kualitas lulusan FKH UNAIR yang unggul. 淜ami yakin mahasiswa akan membawa nama baik fakultas, belajar dari masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata untuk kesehatan hewan di Jawa Timur, tegasnya.
Dengan pelepasan ini, mahasiswa resmi menjalani Program BBK 2025 di 10 kabupaten/kota di Jawa Timur. Selama dua bulan ke depan, mereka akan terjun langsung dalam praktik kesehatan hewan, baik di sektor hewan besar maupun hewan kecil, sebagai bagian dari komitmen UNAIR mencetak dokter hewan yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si




