51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

PENGALAMAN SELAMA KOASISTENSI DI DIVISI KLINIK DAN RUMAH SAKIT HEWAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya selama di divisi klinik dan RSHP adalah saya diberi kepercayaan untuk merawat pasien kucing Kicen. Pada tanggal 4 September 2025 kucing bernama Kicen datang ke RSHP dengan keluhan terlindas mobil, menurut keterangan yang menerima poli, kucing kicen datang dengan kondisi kaki belakang yang tidak bisa diangkat atau dengan kata lain diseret. Setelah itu kicen disarankan untuk melakukan pemeriksaan radiologi (X-ray). Dari hasil pemeriksaan X-ray disimpulkan bahwa kicen mengalami fraktur pada tulang illium. Kucing kicen dijadwalkan untuk operasi oleh dokter senior pada hari Senin tanggal 8 September 2025. Saat menunggu operasi, kicen diberikan terapi rutin oleh dokter senior dengan injeksi dexa, injeksi hematodin dan injeksi neurobion.

Pada tanggal 8 September 2025 pukul 14.00 kicen sudah siap di ruang pre-anastesi. Bagian caudal kucing kicen dicukur bersih, lalu dilanjutan dengan pemberian Acepromazine (ACP) dan selang 15 menit dilanjutkan dengan pemberian ATP. Setelah itu kicen dibawa ke ruang operasi untuk dilakukan tindakan operasi. Sesaat sebelum pemberian injeksi ketamin, ada salah satu paramedis yang berinsiatif untuk menaruh kicen di lantai guna melihat apakah kicen masih tetap belum bisa mengangkat kaki belakangnya. Saat saya menaruh kicen di lantai, ternyata kicen sudah dapat mengangkat kaki belakangnya dan dapat berjalan dengan jarak yang lumayan jauh. Berdasarkan kejadian ini, dokter senior akhirnya memutuskan untuk membatalkan operasi Kicen.

Setelah itu Kicen dilanjutkan dengan terapi laser puntur yang diberikan seminggu 2 kali dan dilakukan sebanyak 6 kali. Selain itu setiap pagi dan sore saya akan memberikan terapi fisioterapi pada kedua kaki belakang kicen, lalu setiap pagi saya dan kicen akan berjemur di bawah sinar matahari selama 15-20 menit untuk mendapatkan vitamin D guna membantu proses penyembuhan kicen. Kicen juga diberi obat minum berupa bonkap, neurobion dan elkana sirup. Selang beberapa hari sampai tanggal 15 September 2025 Kicen diperbolehkan pulang oleh dokter senior dengan kondisi kaki belakang yang sudah sedikit membaik.

Berdasarkan pengalaman saya merawat kucing Kicen selama ini, saya menyadari bahwa proses penyembuhan memerlukan waktu dan kesabaran serta ketekunan. Saya senang merawat kicen karena kicen termasuk kucing yang sangat bersahabat dengan manusia. Biasanya jika kicen sudah selesai makan, dia akan naik ke pangkuan saya lalu tertidur. Sekian cerita yang bisa saya sampaikan, menurut saya ini pengalaman yang paling berkesan dan menyenangkan bagi saya. Terimakasih.

Selain itu, berdasarkan pengalaman saya juga mendukung dengan SDGs (Sustainable Development Goals), terutama SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 15 (Life on Land):

SDG 3 “ Good Health and Well-Being
Menjamin akses perawatan kesehatan yang layak bagi hewan dengan fokus pada pemulihan fungsi dan kualitas hidup tanpa menambah risiko dari tindakan invasif yang tidak diperlukan.

SDG 4 “ Quality Education
Proses pembelajaran berbasis kasus nyata meningkatkan keterampilan klinis mahasiswa koasistensi, terutama dalam pengambilan keputusan medis berbasis bukti.

SDG 15 “ Life on Land
Dengan memberikan perawatan yang berkelanjutan, pendidikan profesi dokter hewan turut berkontribusi pada kesejahteraan satwa dan keberlangsungan hidup hewan sebagai bagian penting dari ekosistem daratan.

Penulis: Lovely Dinda Ramadhita Prihanoke

AKSES CEPAT