51

51 Official Website

Puncak Dies Natalis ke-54 FKH UNAIR: Satu Cita, Satu Dampak untuk Masyarakat

Fakultas Kedokteran Hewan 51 (FKH UNAIR) menyelenggarakan kegiatan puncak peringatan Dies Natalis ke-54 dengan tema Satu Cita, Satu Dampak, menegaskan kembali komitmen besar fakultas dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Kegiatan ini dirancang sebagai rangkaian acara yang bermakna dan berkelanjutan, bukan sekadar perayaan seremonial.

Puncak peringatan Dies Natalis yang diselenggarakan tanggal 10 Januari 2026 menjadi bagian dari serangkaian acara sejak November 2025 yang mencakup guest lecture, pengabdian masyarakat, talkshow lintas profesi, hingga komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Kegiatan ini tidak hanya melibatkan civitas akademika, tetapi juga alumni yang datang dari berbagai angkatan, termasuk generasi awal 1970-an hingga lulusan terbaru.

Acara ini dipimpin langsung oleh Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., yang memberikan sambutan utama. Turut hadir perwakilan Rektor 51, Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Dr. Maftuchah Rochmanti, dr., M.Kes., serta Wakil Ketua Umum PP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) 51, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, drh., DEA. Seluruh narasumber dan peserta berbagi perspektif dalam berbagai forum diskusi.

Puncak acara Dies Natalis ke-54 berlangsung pada 10 Januari 2026 di lingkungan kampus FKH UNAIR, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen penting yang mempersatukan seluruh elemen fakultas, dari mahasiswa, dosen, hingga alumni dari berbagai periode.

Dalam sambutannya, Prof. Lilik Maslachah menjelaskan bahwa tema Satu Cita, Satu Dampak dipilih sebagai simbol semangat kolektif untuk menyatukan visi dan aksi yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Dies Natalis kali ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang berorientasi pada dampak sosial dan profesional, bukan sekadar seremoni ulang tahun fakultas.

Puncak Dies Natalis bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk menyatukan cita dan menyelaraskan dampak agar kiprah alumni FKH dirasakan oleh masyarakat luas, ujar Prof. Lilik.

Sasaran utama program ini adalah memperkuat peran dan kontribusi FKH UNAIR dan para alumninya dalam berbagai aspek keilmuan dan sosial. Platform Dies Natalis kali ini menjadi wadah memperluas jejaring, mendorong pengembangan kurikulum yang relevan, membuka akses peluang kerja, serta memperluas ruang kontribusi dokter hewan di sektor klinik, kewirausahaan, kebijakan publik, hingga bidang lainnya.

Dalam konteks kebutuhan masyarakat, FKH UNAIR juga aktif pada isu kesehatan hewan yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Beberapa kegiatan pengabdian yang didorong melibatkan penguatan kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), melalui kerja sama dengan alumni di Lombok Tengah dan di wilayah Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-54 dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif dan lintas disiplin. Selain forum ilmiah, universitas membuka ruang kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat yang nyata. Beberapa kegiatan unggulan pada rangkaian Dies Natalis antara lain menghadirkan pemateri dari berbagai latar profesi, termasuk dokter hewan, praktisi bisnis, dan pejabat publik untuk berbagi wawasan. Alumni aktif berbagi pengalaman karier di klinik, sektor pemerintahan, bisnis, hingga kebijakan publik. Aksi nyata di masyarakat lewat penyuluhan kesehatan hewan dan kolaborasi dengan komunitas lokal.

Prof. Dr. Maftuchah Rochmanti, dr., M.Kes. menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih FKH UNAIR selama 54 tahun berdiri. Ia menyebutkan bahwa fakultas berhasil meraih kategori kinerja Gold Medal di tahun 2025, sebuah prestasi terbaik yang menjadi kebanggaan universitas. Ia berharap prestasi tersebut dapat terus menjadi fondasi dalam memperkuat kontribusi FKH dalam mendukung visi 51 menjadi world class university yang berdampak.

Sementara itu, Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto, drh., DEA. menilai usia 54 tahun menjadi fase matang untuk FKH UNAIR berperan lebih luas. Ia menekankan tantangan profesi dokter hewan di era modern, termasuk dalam penanggulangan penyakit baru, isu zoonosis, dan penerapan konsep One Health, yang menggabungkan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.

Peran alumni sangat vital dalam menjaga relevansi lulusan dengan kebutuhan zaman. Mereka memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum, menjadi mitra pembelajaran, serta membuka peluang akses kerja dan magang bagi mahasiswa, jelas Prof. Bambang.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FKH UNAIR memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga berorientasi pada dampak sosial dan kemasyarakatan. Integrasi antara civitas akademika dan alumni diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, industri, serta komunitas profesional lainnya untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.

 

Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si

AKSES CEPAT