Ada momen yang tidak se-ramai panggung utama, tetapi justru paling menghangatkan hati: saat semua selesai, saat kita berhenti sejenak, lalu saling menatap dengan satu perasaan yang sama攍ega dan syukur.
Kamis, 5 Februari 2026, suasana di Ruang Tanjung FKH UNAIR terasa berbeda. Bukan lagi ritme persiapan yang cepat dan penuh koordinasi, melainkan ruang yang lebih tenang, tempat panitia Dies Natalis ke-54 berkumpul untuk menutup rangkaian tugas dengan cara yang bermakna: pembubaran panitia.
Yang hadir bukan hanya kumpulan orang yang 渕enjalankan acara, tetapi keluarga kerja yang dipertemukan oleh satu tujuan. Ada panitia inti dan setiap divisi, ada mereka yang bekerja di depan layar, dan ada pula yang memilih bekerja sunyi di balik layar. Semua menyatu dalam satu momen: saling mengapresiasi, saling menguatkan, dan saling mengucapkan terima kasih. Pembubaran ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan karena sebuah kerja besar perlu ditutup dengan baik: dengan evaluasi, penghargaan, dan refleksi. Kita ingin memastikan bahwa keberhasilan Dies Natalis ke-54 tidak berhenti sebagai euforia, tetapi menjadi pembelajaran organisasi攁pa yang sudah baik dipertahankan, dan apa yang bisa ditingkatkan untuk masa depan.
Dalam suasana itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-54 FKH UNAIR, Dr. Rochmah Kurnijasanti, drh., MSi, menyampaikan pesan yang meneguhkan. Beliau menekankan bahwa kelancaran pelaksanaan Dies Natalis bukan semata hasil kerja teknis, tetapi juga karena ridho Allah yang menyertai setiap proses. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kerja panitia yang solid dan cerdas, yang membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah, tertib, dan berkesan.
Apresiasi juga datang dari pimpinan fakultas, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., MSi, yang menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kekompakan panitia dalam mengorkestrasi rangkaian Dies Natalis ke-54. Dukungan dan penguatan dari pimpinan ini menjadi penanda bahwa kerja panitia bukan hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dihargai sebagai proses kolektif yang membangun budaya kerja FKH UNAIR攑rofesional, kolaboratif, dan berintegritas.
Di sinilah 渟isi lain itu terasa. Ada tawa yang lahir dari kebersamaan, bukan sekadar hiburan. Ada lelah yang akhirnya diakui sebagai bagian dari proses, bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk dihargai. Dan ada rasa syukur yang pelan-pelan memenuhi ruang攌arena kita tahu, kerja kolektif yang rapi hanya bisa lahir dari hati yang saling percaya.
Rangkaian pembubaran berlangsung sederhana namun terstruktur: sambutan singkat, penyampaian apresiasi, dokumentasi, pemaparan highlight capaian, serta evaluasi ringkas untuk memastikan akuntabilitas kerja panitia. Di sela-selanya, mengalir cerita-cerita tentang koordinasi yang rapi, keputusan yang tepat, dan komunikasi yang saling menjaga攈al-hal yang sering tidak tertulis dalam laporan, tetapi menjadi fondasi keberhasilan.
Momen ini juga sejatinya selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Ruang apresiasi dan jeda setelah rangkaian kerja intens adalah bagian dari SDG 3 (Good Health and Well-Being)攎erawat kebugaran fisik dan mental tim. Proses evaluasi dan refleksi memperkuat SDG 4 (Quality Education), karena panitia belajar dari pengalaman nyata: kepemimpinan, manajemen acara, komunikasi, dan pemecahan masalah. Budaya kerja yang menghargai kontribusi mencerminkan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dalam konteks organisasi kampus: kerja layak, adil, dan bermartabat. Transparansi evaluasi dan penutupan yang akuntabel menguatkan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions)攊nstitusi yang kuat lahir dari tata kelola yang baik. Dan tentu, keberhasilan Dies Natalis adalah bukti kolaborasi lintas peran dan dukungan banyak pihak, sejalan dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Hari itu, di Ruang Tanjung, kita tidak hanya membubarkan panitia攌ita merapikan sebuah perjalanan. Tugas mungkin selesai, tetapi relasi baik, pelajaran, dan semangat untuk terus bertumbuh akan tetap tinggal. Karena pada akhirnya, yang paling berharga dari sebuah perayaan bukan hanya acaranya, tetapi orang-orang yang berjuang bersama untuk mewujudkannya.
Penulis: Rochmah Kurnijasanti




