NERS NEWS – Mengusung tema “Balita Sehat Bebas Asma” dalam PJBL (Project Based Learning), mahasiswa Fakultas Keperawatan Angkatan 25 kelas AJ2 sukses menggelar acara dengan meriah dan penuh antusiasme peserta. Acara ini merupakan PJBL (Project Based Learning) dari mata kuliah Keperawatan Anak Kronis yang dibentuk dalam program pengabdian masyarakat dengan menggunakan metode penyuluhan serta demonstrasi yang langsung diperagakan oleh mahasiswa.
Acara yang dihelat pada Sabtu (12/11/2022) ini, mengambil tempat di balai RW 06 Kedung Tarukan baru dan dihadiri oleh ketua RW 06, ketua PKK, kader kesehatan, ibu-ibu PKK, serta orang tua di lingkungan RW 06 yang juga merupakan sasaran utama dari Project Based Learning tersebut. Acara ini juga menggandeng pihak RW, PKK, dan kader kesehatan daerah setempat untuk turut bekerja sama dan menyukseskan acara tersebut.
Acara ini memiliki tujuan untuk mengedukasi orang tua agar mampu mengenal secara dini apa itu asma, dan bagaimana penanganan sederhana di rumah sehingga anak-anak di lingkungan RW 06 bisa tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa asma. Oleh karenanya, dalam sesi penyampaian materi pihak mahasiswa AJ2 menyampaikan materi tentang asma, faktor pencetus, tanda dan gejala, penanganan serta pencegahan asma untuk menambah pengetahuan orang tua tentang asma. Tidak lupa, dalam penyampaian materi juga disertai dengan demonstrasi dari mahasiswa yang kemudian diikuti dengan baik oleh peserta tentang masase punggung sebagai upaya untuk penanganan asma di rumah.
Berbagai persiapan tentunya dilakukan panitia demi suksesnya acara. Pada wawancara melalui whatsapp dengan Diyan Nurjayanti sebagai Ketua Panitia pada Rabu (23/11/2022), Diyan menceritakan persiapannya beserta kelompoknya yang salah satunya survei kasus. Dimana dalam kasus ini pihaknya menemukan adanya kasus asma di lingkungan RW 06, dan di lingkungan RW 06 ada 4 anak yang kecenderungan batuk hingga sesak, asma 3 anak, dan riwayat alergi 3 anak. Setelah menemukan adanya kasus ini pihaknya akhirnya memutuskan untuk mengangkat kasus ini dan berkomunikasi dengan pemerintah setempat untuk mengurus perijinan dan lain lain.
Melalui wawancara, Diyan juga menyampaikan beberapa momen yang menurutnya berkesan selama acara. Antusiasme dari warga dan orangtua setempat rupanya menjadi momen yang berkesan. Karena ternyata saat acara yang dihelat pagi hari itu turun hujan yang cukup deras, namun derasnya hujan tetap tidak menyurutkan warga untuk ikut berpartisipasi dalam acara.
Diyan juga menyampaikan bahwa menurutnya hasil acara PJBL tersebut sangat memuaskan, dan antusiasme peserta tinggi, yang terbukti dengan banyaknya pertanyaan yg diajukan dan mampu menjawab pertanyaan evaluasi dari mahasiswa dengan baik. Di akhir wawancara, Diyan juga menyampaikan harapannya.
“Semoga lebih sering ada kegiatan terjun ke masyarakat seperti ini, karena masyarakat juga sangat membutuhkan informasi-informasi kesehatan dari berbagai sumber”, ungkapnya.
Penulis: Dinatur Rofifah (Airlangga Nursing Journalist)
Editor : Risky Nur Marcelina (Airlangga Nursing Journalist)




