NERS NEWS – Hipertensi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, yang mana dapat mempengaruhi sekitar satu miliar pasien di seluruh dunia (Michalakeas et al., 2020). Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di kalangan orang dewasa, menyumbang 31% dari semua kematian setiap tahun di seluruh dunia (Organisasi Kesehatan Dunia, 2017). Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama dan faktor risiko penyakit kardiovaskular, dimana usia dewasa yang lebih tua dapat mengalami periode bebas gejala yang lebih lama daripada periode gejala (Choi et al., 2020). Sebagian besar penderita hipertensi menggunakan pelayanan medis sampai kondisinya menjadi parah dan seringkali memiliki interval antar kunjungan lama. Standar yang diajukan untuk hipertensi bertumpu pada pilar pengobatan yang standar dan mengubah gaya hidup, seperti menghindari alkohol dan merokok.
Prevalensi hipertensi di Indonesia menunjukkan pada angka 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Di sisi lain, prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia lebih dari 18 tahun sebesar 34,11%. Semakin lama seseorang menderita penyakit hipertensi maka akan memerlukan pengobatan yang lebih disertai risiko komplikasi yang dapat memperpendek usia. Penyakit hipertensi dapat berkembang selama bertahun – tahun tanpa gejala dan keluhan secara nyata kondisi ini akan menimbulkan kecemasan pada hipertensi (Irma et al., 2021).
Hipertensi pada usia muda tidak dapat dipandang sebelah mata karena prevalensinya yang terus meningkat sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan sejak dini dengan pengendalian hipertensi (Irma et al., 2021). Tindakan non – farmakologis pada pasien hipertensi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah adalah manuver pernafasan dalam yang lambat (Slow Deep Breathing). Manuver ini memiliki sistem yang meningkatkan sensitivitas baroreflek arteri, kemudian merangsang baroreseptor yang berdampak pada beberapa faktor antara lain menurunkan impuls saraf simpati dan membuat vasodilatasi pembuluh darah perifer yang kemudian dapat menurunkan tekanan darah (Wiharja et al., 2017). Dihipotesiskan bahwa jika laju pernapasan spontan dikurangi dengan latihan pernapasan lambat, maka akan disertai dengan peningkatan HRV (Heart Rate Variability) yang bermanfaat dan mengurangi tekanan darah pada hipertensi esensial (Nagarajan, 2014).
Manuver pernapasan dalam yang lambat (SDB) dilakukan pada populasi per protokol sehingga didapatkan hasil penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolic serta denyut jantung (Ping et al., 2018). Sebagian besar penelitian yang menggunakan pelatihan pernapasan lambat untuk menurunkan hipertensi hanya mengatur frekuensi pernapasan tanpa memaksakan beban (Ublosakka-Jones et al., 2018).
Referensi:
Choi, W., Wang, S., Lee, Y., Oh, H., & Zheng, Z. (2020). A systematic review of mobile health technologies to support self-management of concurrent diabetes and hypertension. Journal of the American Medical Informatics Association, 27(6), 939–945. https://doi.org/10.1093/jamia/ocaa029
Irma, A., Setiyawan, D., & Antara, A. N. (2021). Hubungan Lama Menderita Hipertensi Dengan Tingkat Kecemasan Pada Usia Dewasa 26-45 Tahun Di Dusun Sempu The Relationship of Long Suffering from Hypertension with Anxiety Levels in Adults of 26-45 Years in Sempu Hamlet, Turi District, Wonokerto Village, 2, 124–133.
Michalakeas, C., Katsi, V., Soulaidopoulos, S., Dilaveris, P., Vrachatis, D., Lekakis, I., Vlachopoulos, C., Tsioufis, K., & Tousoulis, D. (2020). Mobile phones and applications in the management of patients with arterial hypertension. American Journal of Cardiovascular Disease, 10(4), 419–431. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33224593/
Nagarajan, S. (2014). Effect of slow breathing training for a month on blood pressure and heart rate variability in healthy subjects. National Journal of Physiology, Pharmacy and Pharmacology, 4(3), 245–248. https://doi.org/10.5455/njppp.2014.4.050520141
Ping, K. F., Bakar, A., Subramaniam, S., Narayanan, P., Keong, N. K., Heong, A. A., & Meng, O. L. (2018). The impact of music guided deep breathing exercise on blood pressure control – A participant blinded randomised controlled study. Medical Journal of Malaysia, 73(4), 233–238.
Ublosakka-Jones, C., Tongdee, P., Pachirat, O., & Jones, D. A. (2018). Slow loaded breathing training improves blood pressure, lung capacity and arm exercise endurance for older people with treated and stable isolated systolic hypertension. Experimental Gerontology, 108(March), 48–53. https://doi.org/10.1016/j.exger.2018.03.023
Wiharja, W., Pranata, R., Fatah, A., Bertha, B., Kurniadi, I. C., Deka, H., & Damay, V. A. (2017). Acute Effect of Slow Deep Breathing Maneuver on Patient with Essential Hypertension Stage 1 and 2. Indonesian Journal of Cardiology, 37(2), 75–80. https://doi.org/10.30701/ijc.v37i2.566
Penulis: Suci Fazriyah
Editor: Fadiya Rizkyna Asadanie (Airlangga Nursing Journalist)




