51动漫

51动漫 Official Website

Meditasi (Relaksasi Benson) dan Aromaterapi: Bisakah digabungkan?

Meditasi merupakan sebuah intervensi psikologis dimana berfokus pada hubungan antara pikiran, tubuh, dan perilaku serta efek yang dihasilkannya pada kesehatan seseorang (Bennett et al., 2018). Relaksasi Benson merupakan bagian dari meditasi yang merupakan sebuah relaksasi nafas dalam dan peregangan otot dengan melibatkan unsur keyakinan atau spiritual yang dianut seseorang. Metode meditasi relaksasi Benson dilakukan dengan cara: pertama, seorang mengambil posisi yang nyaman. Kedua, memejamkan mata. Ketiga, melemaskan otot – otot dari kaki sampai wajah lalu menarik nafas dalam ditahahan 5 detik, lalu dihembuskan sembari mengucapkan kata atau kalimat yang bernilai spiritual seperti ucapan “Ya Allah” diulang -ulang selama 10 menit (Chu et al., 2021; Hassanzadeh et al., 2018).

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dalam melakukan meditasi relaksasi benson dibutuhkan ruangan yang tenang, dalam kondisi fokus, dan konsentrasi. Pada pemula melakukan meditasi akan mengalami kesulitan dalam melakukannya karena harus bisa menjaga pikiran untuk fokus dan berkonsentrasi selama melakukan meditasi. Oleh karena itu, diperlukan terapi intervensi lain yang bisa dikombinasikan sebagai pendukung “booster” dan penguat yang memiliki manfaat atau efek yang bersinergi. Salah satu intervensinya adalah aromaterapi atau terapi menggunakan wewangian.

Aromaterapi lavender mengandung senyawa linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek sedatif dan relaksasi sehingga bisa memberikan rasa nyaman, rilaks, meningkatkan fokus, dan konsentrasi. Sebuah studi mengatakan bahwa aromaterapi lavender yang diberikan secara inhalasi dapat meningkatkan efek relaksasi dan meningkatkan konsentrasi (?entürk & Tekinsoy Kartin, 2018). Sebuah penelitian yang dipublikasi di jurnal “Journal of Traditional and Complementary Medicine” menyatakan bahwa nilai rata-rata kecemasan pada kelompok intervensi kombinasi meditasi mindfulness dan aromaterapi lebih rendah dibandingkan intervensi yang dilakukan terpisah. Hal menunjukkan bahwa kombinasi kedua intervensi memiliki efek yang bersinergi. Dalam melakukan meditasi, aromaterapi dapat memberikan perasaan nyaman, relaksasi, meningkatkan fokus, dan konsentrasi sehingga lebih efektif dalam menurunkan kecemasan (Soto-Vásquez & Alvarado-García, 2017). Hasil yang senada dengan penelitian bahwa pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi dapat memberikan efek yang menyegarkan dan meningkatkan konsentrasi dan melemaskan otot yang tegang dengan cara diserap dalam paru-paru melalui hidung dan mempengaruhi kestabilan mental dan fisik sehingga dapat menurunkan kecemasan, depresi, dan stress (Karadag & Samancioglu Baglama, 2019).

Penggunaan wewangian atau aromaterapi dalam berkegiatan seperti dalam dunia estetika maupun dalam praktek peribadatan sebenarnya sudah lama dilakukan sebelumnya, seperti penggunaan wewangian dalam ritual keagamaan, misalnya penggunaan dupa dan kemenyan dalam peribadatan umat hindu bali atau pada umat muslim di timur tengah, penggunaan wewangian pada umat muslim di timur tengah sudah menjadi budaya berlangsung ratusan tahun, Bahkan Masjidil haram dan Ka’bah diberikan wewangian parfum terbaik dan wewangian yang hasilkan dari kayu oud dengan cara dibakar. Menurut informasi bahwa pemberian wewangian di sekitar Ka’bah bisa sampai 10 kali dalam sehari. Memberikan wewangian bertujuan untuk memberikan suasana khusu’, menambah spiritualitas, dan kesucian sebuah tempat ibadah. Bahkan memakai wewangian dalam beribadah dianjurkan (sunnah) dalam islam.

Jadi kembali ke pertanyaan awal seperti pada judul artikel ini, “Dapatkah meditasi (relaksasi benson) dikombinasikan dengan aromaterapi?”, maka jawabnya, “sangat bisa”. Hal ini dikarenakan pengkombinasian relaksasi benson dan aromaterapi lavender dapat menghasilkan efek yang saling bersinergi dan meningkatkan efek relaksasi sehingga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan mental (mental well being) dan kualitas hidup seseorang.

DAFTAR PUSTAKA Bennett, P. N., Ngo, T., Kalife, C., & Schiller, B. (2018). Improving wellbeing in patients undergoing dialysis: Can meditation help? Seminars in Dialysis, 31(1), 59–64. https://doi.org/10.1111/sdi.12656 Chu, S. W. F., Yeam, C. T., Low, L. L., Tay, W. Y., Foo, W. Y. M., & Seng, J. J. B. (2021). The role of mind-body interventions in pre-dialysis chronic kidney disease and dialysis patients – A systematic review of literature. Complementary Therapies in Medicine, 57, 102652. https://doi.org/10.1016/j.ctim.2020.102652 Hassanzadeh, M., Kiani, F., Bouya, S., & Zarei, M. (2018). Comparing the effects of relaxation technique and inhalation aromatherapy on fatigue in patients undergoing hemodialysis. Complementary Therapies in Clinical Practice, 31, 210–214. https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2018.02.019 Karadag, E., & Samancioglu Baglama, S. (2019). The Effect of Aromatherapy on Fatigue and Anxiety in Patients Undergoing Hemodialysis Treatment: A Randomized Controlled Study. Holistic Nursing Practice, 33(4), 222–229. https://doi.org/10.1097/HNP.0000000000000334 ?entürk, A., & Tekinsoy Kartin, P. (2018). The effect of lavender oil application via inhalation pathway on hemodialysis patients’ anxiety level and sleep quality. Holistic Nursing Practice, 32(6), 324–335. https://doi.org/10.1097/HNP.0000000000000292 Soto-Vásquez, M. R., & Alvarado-García, P. A. A. (2017). Aromatherapy with two essential oils from Satureja genre and mindfulness meditation to reduce anxiety in humans. Journal of Traditional and Complementary Medicine, 7(1), 121–125. https://doi.org/10.1016/j.jtcme.2016.06.003.

 

Penulis: Suhedi Kuling
Editor : Sapta Ardhana Puja (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT