NERS NEWS – Edukasi Bahaya Merokok dan Kiat untuk Berhenti Merokok bagi Remaja yang dilakukan oleh Kelompok 3 Pendidikan Profesi Keperawatan Stase Komunitas di RT 02 RW 03 Klampis Ngasem pada hari Sabtu (07/03/2023) berjalan dengan baik dan disambut dengan antusias oleh para remaja.
Merokok telah menjadi tren di kalangan remaja, sehingga jumlah remaja merokok mengalami peningkatan. Di Indonesia, jumlah remaja merokok mencapai 18-29% di tahun 2019-2021. Prevalensi tersebut cukup tinggi meskipun telah terdapat kebijakan pemerintah terkait pengendalian tembakau. Semua produk tembakau harus mencantumkan peringatan kesehatan, serta larangan untuk menjual atau memberi produk tembakau pada anak berusia di bawah 18 tahun. Pengendalian tembakau juga dilakukan dalam bentuk pesan anti tembakau seperti kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan sosialisasi bahaya rokok sebagai bentuk pencegahan dan menghindarkan remaja dari rokok. Upaya pengendalian tembakau melalui pesan anti tembakau telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, namun prevalensi remaja merokok di Indonesia masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya (Kemenkes RI, 2021; Urban et al., 2015; Kemen PPPA, 2020, UNICEF, 2021; PP RI, 2012; WHO, 2020).
Penggunaan tembakau memiliki risiko yang serius terhadap kesehatan manusia. Lebih dari 8 juta orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan tembakau, bahkan dapat menyebabkan kematian dini pada 70% remaja di dunia. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pengendalian tembakau terutama pada kelompok usia remaja. Namun, kondisi saat ini sekitar 60% remaja merokok tidak dicegah untuk membeli rokok berdasarkan usianya. Hal tersebut menjadi salah satu faktor tingginya kasus perilaku merokok pada remaja. Perilaku merokok pada remaja juga dipengaruhi oleh inisiasi dan intensi merokok. Inisiasi remaja merokok terjadi karena keinginan mencoba bahkan sekadar ingin tahu. Keinginan tersebut berkaitan dengan masa remaja dalam tahap perkembangan yang dipengaruhi oleh psikologis dan lingkungan sosial. Berdasarkan kondisi tersebut, dan dari data yang didapatkan bahwa terdapat remaja yang merokok di RT 02/ RW 03 Klampis Ngasem, Surabaya, maka dari itu penting untuk dilakukannya penyuluhan kesehatan terkait bahaya merokok dan juga cara atau kiat untuk menghindari bahkan mengurangi dan berhenti merokok (UNICEF, 2021; UNICEF, 2019; WHO, 2021).
Diharapkan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan terkait edukasi bahaya merokok dan kiat berhenti merokok yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Keperawatan 51动漫, remaja dapat mengurangi hingga berhenti, atau menghindari merokok terutama pada remaja di RT 02 RW 03 Klampis Ngasem, Surabaya.
Penulis: Wahana Tunggal Dewi
Editor: Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




