NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 6 stase komunitas dan keluarga 51动漫 lakukan kegiatan pendidikan kesehatan dengan topik “Hiperkolesterolemia” pada Sabtu (11/03/2023). Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat mengetahui penyakit hiperkolesterolemia yang sering tidak diketahui atau tidak dirasakan gejalanya.
Hiperkolesterolemia atau tingginya kadar kolesterol adalah kondisi dimana kolesterol dalam darah meningkat melebihi ambang batas normal yang ditandai dengan meningkatnya kadar LDL-kolesterol dan kolesterol total. Kadar kolesterol normal yaitu <200 mg/dl. Biasanya, orang dengan kadar kolesterol yang tinggi sering mengalami kesemutan, pegal pada tengkuk dan pundak, nyeri pada kaki, dan nyeri dada sebelah kiri karena kadar kolesterol yang tinggi pada darah akan mempengaruhi aliran darah yang dipompa di jantung.
Hiperkolesterolemia dipengaruhi oleh faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin, dan genetik. Sedangkan faktor yang dapat diubah yaitu aktivitas fisik, asupan zat gizi, dan merokok. Kadar kolesterol yang tinggi dapat dicegah dengan cara mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan rendah lemak, memperbanyak makanan berserat dan makanan yang kaya akan antioksidan seperti buah dan sayur, olahraga 30-60 menit tiap hari, menurunkan berat badan berlebih, menghindari rokok dan minuman beralkohol.
Peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan terlihat antusias terhadap materi yang telah disampaikan. Terdapat beberapa pertanyaan dari peserta mengenai apakah ada perbedaan antara pemeriksaan gula darah dan asam urat pada pemeriksaan kadar kolesterol. Pemateri dari kelompok 6 kemudian memberikan jawaban bahwa ada perbedaan dari pemeriksaan kolesterol dalam darah. Jika pemeriksaan gula darah dapat diperiksa dengan beberapa waktu, seperti gula darah puasa, gula darah 2 jam, dan pemeriksaan gula darah acak. Sedangkan pemeriksaan asam urat terdapat perbedaan ambang batas yang berhubungan dengan jenis kelamin. Untuk pemeriksaan kadar kolesterol, ambang batas bagi perempuan dan laki-laki yaitu <200 mg/dl.
“Semoga dengan diadakan pendidikan kesehatan ini, masyarakat bisa lebih aware terhadap kesehatan diri sendiri dan orang yang disekitarnya, sehingga angka kejadian hiperkolesterolemia dapat menurun.” terang Benaya selaku pemateri pada sesi pendidikan kesehatan terkait topik tersebut.
Penulis: Erlina Nurhayati
Editor: Fadiya Rizkyna Asadanie (Airlangga Nursing Journalist)




