51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Profesi Ners Fakukltas Keperawatan Memberikan Penyuluhan Terkait ?Fisioterapi Dada Pasien Pneumonia? pada Keluarga atau Pendamping Pasien di Ruang IRNA 6 RSUA

NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 3 Stase Keperawatan Medikal Bedah 51动漫 telah berhasil menyelenggarakan penyuluhan kesehatan rumah sakit (PKRS) dengan topik “Fisioterapi Dada Pada Pasien Pneumonia” pada Jumat 24/03/2023. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di selasar lobby ruang IRNA 6 RSUA dengan sasaran pasien dan keluarga atau pendamping pasien yang sedang dirawat di IRNA 6 RSUA.

PKRS ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa profesi ners untuk memenuhi kompetensi sebagai ners. Topik yang diangkat kali ini mengenai “Fisioterapi Dada Pada Pasien Pneumonia”. Pneumonia merupakan penyakit yang mengenai paru-paru khususnya alveoli. Seseorang yang menderita pneumonia, alveolinya akan terisi nanah dan cairan yang mengakibatkan oksigen yang masuk ke paru-paru menjadi terbatas dan menyebabkan sakit ketika bernapas maka dapat timbul kumpulan tanda/gejala yang berisiko pada kematian. Edukasi untuk pasien dan juga keluarga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait tanda dan gejala, penularan, pengertian fisioterapi dada, tujuan maupun langkah-langkah fisioterapi dada.

“Kelompok kami sengaja mengangkat topik mengenai fisioterapi dada pada pasien pneumonia, karena masih banyak pasien dan keluarga ataupun pendamping pasien yang masih awam dengan apa itu sejatinya pneumonia, sehingga penyuluhan ini penting dilakukan agar kedepannya dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dari kegiatan penyuluhan pada kehidupan sehari-hari dengan sebaik mungkin” Ujar Junaidi, anggota kelompok 3.

Acara ini terdiri dari penyampaian materi terkait pneumonia pada pasien dan keluarga serta pendamping pasien mulai dari pengertian, tanda dan gejala, cara penularan, tujuan maupun langkah-langkah fisioterapi dada. Langkah-langkah fisioterapi dada dengan cara persiapan alat yaitu handuk dan tempat dahak, anjurkan klien untuk menarik napas dalam untuk meningkatkan relaksasi, posisikan tubuh klien, tutup area yang akan ditepuk dengan handuk, lakukan tepuk-tepuk pada dada klien selama kurang lebih 1 menit, jangan menepuk pada area yang mudah cedera, setelah selesai menepuk-nepuk lanjutkan dengan memberikan getaran pada area yang sama, apabila selama proses diatas klien ingin batuk segera siapkan tempat dahak, setelah selesai melakukan getaran klien duduk dan lakukan batuk efektif dengan cara menarik napas lewat hidung dan dikeluarkan secara perlahan lewat mulut sebanyak 3-4 kali, pada tarik napas yang terakhir, tahan napas beberapa detik dan keluarkan sambil dibatukkan, siapkan tempat dahak yang memiliki penutup.

Pemateri juga menyampaikan cara penularan pneumonia dan pencegahan pneumonia. Penularan pneumonia dapat terjadi melalui percikan ludah, melalui kontak langsung dari benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan pencegahan pada pasien pneumonia konsumsi zat gizi seimbang, lengkapi imunisasi saat masih balita sehingga memperkuat daya tahan tubuh, menjaga lingkungan kebersihan perorangan maupun keluarga, menjaga jarak dengan saat berhubungan dengan pasien ISPA lainnya. Materi tersebut disampaikan secara langsung oleh mahasiswa Unair, yaitu Afitna Fiky Pradeva.

Selama acara berlangsung, pasien dan keluarga terlihat sangat antusias dalam mendengarkan dan mengikuti acara tersebut. Ahmad Farodisi S.Kep.,Ns selaku Pembimbing Klinik turut menambahkan informasi dan memberi penguatan materi kepada partisipan. Pendidikan kesehatan rumah sakit ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi serta evaluasi singkat terkait materi yang telah disampaikan. Partisipan sangat aktif dan secara keseluruhan acara terlaksana dengan baik serta sasaran dapat memahami informasi yang telah disampaikan oleh pemateri.

Penulis : Yohana Tri Pangesthi
Editor : Salwa Az Zahra ( Airlangga Nursing Journalist )

AKSES CEPAT