51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Memberikan Penyuluhan “Manajemen Mual & Muntah Pada Pasien Kemoterapi dengan Aromaterapi Jahe”

NERS NEWS- Dengan mengusung topik manajemen mual dan muntah pada pasien kemoterapi dengan menggunakan aromaterapi jahe, kegiatan PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) oleh mahasiswa Profesi Ners Kelompok 3 Stase Keperawatan Medikal Bedah UNAIR telah terlaksana dengan lancar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis pagi (06/04/2023) di ruang Instalasi Ongkologi Terpadu Rumah Sakit UNAIR. Dua orang pembimbing dari kegiatan ini adalah Lingga Curnia Dewi, S. Kep., Ns., M.Kep selaku pembimbing akademik dan Esa R ,A.Md.Kep selaku pembimbing klinik.

PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi kompetensi sebagai Ners. Tema yang diangkat pada PKRS saat ini yaitu “Manajemen Mual dan Muntah Pasien Kemoterapi”. Salah satu efek samping yang paling sering dialami pasien yang menjalani kemoterapi adalah mual dan muntah. Terdapat data bahwa pasien kanker mengalami efek mual muntah dengan prevalensinya mencapai 54% – 96% (Klein dalam Sheikhi, Ebadi, Talaeizadeh, & Rahmani, 2015). Mual dan muntah terjadi akibat adanya stimulus yang dapat mengaktifkan chemoreseptor trigger zone (CTZ) di medulla, CTZ ini berfungsi sebagai chemosensor yang mengandung banyak reseptor neurotransmitter seperti histamine, serotonin, dopamine, opiate, zona neurokinin, dan benzodiazepine jadi melalui salah satu reseptor tersebut agen chemotherapy dapat menimbulkan proses mual serta muntah (Enikwati, 2015). Akibat jika mual dan muntah tidak dilakukan penanganan secara adekuat dapat menyebakan keadaan pasien menjadi lemah karena berkaitan dengan nafsu makan yang cenderung menurun, perburukan status gizi dan dehidrasi, terjadi gangguan elektrolit yang arahnya akan memengaruhi kualitas hidup pasien kanker.

Penatalaksanaan yang biasanya dilakukan untuk mengatasi efek samping mual dan muntah akibat proses kemoterapi adalah dengan terapi suportif. Terapi suportif dilakukan dengan memberikan farmakologi berupa antiemetik seperti ondansentron, , Selain itu perawat memiliki intervensi mandiri untuk memberikan rasa nyaman dan mengurangi ketidaknyamanan akibat efek samping kemoterapi dengan pemberian terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengurangi mual dan muntah pasien kanker yaitu dengan pemberian aromaterapi jahe. Minyak essensial jahe memiliki manfaat dalam segi obat yang bersifat sebagai antibakteri, antivirus, diuretik, penenang dan dapat merangsang adrenal. Jahe juga memiliki komponen minyak atsiri yang memiliki bau harum khas yang berasal dari zat aktif zingiber dan zingiberol, komponen tersebut yang akan memberikan efek relaksasi serta memberikan perubahan yang positif (Susilowati, 2016).

“Kelompok kami memilih topik pembahasan manajemen mual dan muntah pada pasien kemoterapi dikarenakan menurut kami hal tersebut perlu dijelaskan kepada pasien yang sedang menjalani kemoterpi agar mengurangi efek samping kemoterapi dan memperbaiki kualitas hidup pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.” Ujar Ahmad Junaidi, selaku ketua kelompok 3.

Acara ini dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan penyampaian materi oleh Achmad ferdyan I, S. Kep terkait aromaterapi jahe untuk mengurangi mual dan muntah. Sasaran dari kegiatan penyuluhan adalah pasien dan keluarga pasien. Tidak hanya penyampaian materi, pasien dan keluarga pasien juga diajak untuk berdiskusi terkait pertanyaan, permasalahan, dan kendala selama mejalani kemoterapi. Respons dari mereka banyak yang antusias dan memilih untuk menyimpan leaflet yang telah disediakan untuk dibaca-baca kembali. Menurut salah satu keluarga pasien, dengan adanya penyuluhan ini membuat mereka menjadi semakin paham cara untuk mengurangi efek samping kemoterapi khususnya mual dan muntah. Pendidikan kesehatan Rumah Sakit kali ini diakhiri dengan pengisian absensi yang telah disediakaan kelompok. Secara keseluruhan acara penyuluhan terlaksana dengan baik dan sasaran dapat memahami terkait informasi yang telah diberikan.

Penulis : Ahmad Junaidi

Editor : Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT