NERS NEWS – Remaja masa kini lebih menyukai gaya hidup instan yang ditandai dengan sering mengonsumsi berbagai makanan dan minuman cepat saji, seperti mie instan, soft drink, minum-minuman beralkohol, dan berbagai makanan ringan yang mengandung bahan pengawet. Selain itu, para remaja juga kurang memperhatikan pola makannya, dimana remaja tersebut seringkali terlambat untuk makan, makan berlebihan, makan terlalu cepat (terburu-buru dalam mengunyah makanan), makan tidak teratur, makan makanan pedas, dan sering membeli makanan sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan sekaligus nilai gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Kesalahan-kesalahan pola makan remaja masa kini justru sudah menjadi suatu kebiasaan sehingga dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit, salah satunya adalah penyakit GERD, Penyakit ini rentan dialami remaja, oleh sebab itu mahasiswa keperawatan UNAIR mengadakan sosialisasi terkait penyakit GERD dan cara pencegahannya kepada para remaja di salah satu sekolah kejuruan di Kota Surabaya.
Kegiatan SIAGA (Sosialisasi Pencegahan GERD di Usia Remaja) dilaksanakan pada hari Senin, 29 Mei 2023 bertempat di salah satu ruang kelas SMK PGRI 4 Surabaya. Peserta dalam kegiatan sosialisasi ini merupakan siswa kelas X yang berjumlah 40 orang.
Kegiatan SIAGA dimulai dengan registrasi peserta dan pengisian pretest guna mengukur kemampuan siswa SMK PGRI 4 Surabaya terkait penyakit GERD, kemudian pembukaan pada pukul 08.45 WIB, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana yaitu Kinanthi Putri Mahanani, kemudian sambutan dari dosen fasilitator mata kuliah Keperawatan Klien Dewasa yaitu Bapak Dr. Abu Bakar, M.Kep., Ns. Sp. Kep. MB dan dilanjutkan dengan sambutan dari wakil kepala sekolah SMK PGRI 4 Surabaya. Kegiatan selanjutnya adalah penyerahan plakat kepada SMK PGRI 4 Surabaya. Setelah itu, memasuki acara inti yakni pemaparan materi yang disampaikan oleh dua mahasiswa 51动漫 (Revina Dwi Rahmawati dan Nur Rofiqoh Rahmawati) dengan pokok pembahasan tentang kasus kejadian GERD di Indonesia, faktor penyebab dan risiko terjadinya GERD, tanda dan gejala GERD, perbedaan GERD dengan maag, komplikasi GERD, serta upaya pencegahan yang disingkat dengan “SIGAP dan TERATUR” agar lebih mudah diingat. Setelah pemaparan materi selesai, terdapat sesi diskusi dan tanya jawab dimana pada sesi tersebut para peserta sangat antusias untuk bertanya.
Setelah sesi diskusi, kegiatan selanjutnya adalah games, dimana nama games-nya adalah “MAGER (Main Angka dan Gerakan)” pada games ini terdapat rules yaitu permainan dilakukan dengan kelompok kecil terdiri dari 2 orang yakni dengan teman sebangkunya. Kemudian, kata kuncinya “Dengarkan angka yang saya sebut!” Setiap angka akan dibarengi dengan gerakan. Setiap kelompok harus fokus dengan angka yang disebutkan pemandu games karena semakin lama akan semakin cepat permainannya. Untuk angka 1 gerakannya yaitu jongkok dan berdiri. Untuk angka 2 gerakannya yaitu saling tos dengan pasangannya. Untuk angka 3 gerakannya yaitu lompat, saling tos, dan bilang yes. Games berjalan sangat menyenangkan karena semua peserta sangat antusias mengikutinya. Akhir games dimenangkan oleh pasangan Arman dan Zidan. Sayangnya, games tidak dapat berlangsung lama karena durasi yang terbatas.
Setelah games, terdapat pengisian posttest yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terkait materi yang telah disampaikan. Setelah pengisian posttest, dilanjutkan dengan penyerahan reward yang sangat disambut antusias oleh para peserta. Terdapat 4 reward yaitu peserta terbaik, peserta teraktif, dan 2 pemenang games. Reward tersebut diberikan langsung oleh ketua pelaksana kepada peserta. Setelah penyerahan reward terdapat sambutan dan penguatan materi yang disampaikan oleh Ibu Arina Qona’ah, S.Kep., Ns., M. Kep selaku dosen penanggung jawab mata kuliah Keperawatan Klien Dewasa. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan lancar.
Penulis: Revina Dwi Rahmawati
Editor: Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




