51动漫

51动漫 Official Website

PKRS “Cara Mencegah Sembelit pada Anak” di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo

NERS NEWS – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Reguler Angkatan 2020 Kelompok 2.4 Stase Keperawatan Anak dari 51动漫 telah melaksanakan kegiatan PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) di ruang tunggu Poli Anak RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Kamis, 14 November 2024, pada pukul 08.00-08.30 WIB, dengan tema PKRS “Cara Mencegah Sembelit pada Anak” yang dimoderatori oleh Rhisma Ayunda M. P. dan Rahma Nur Hamidah sebagai pemateri pada penyuluhan. Kegiatan PKRS dibimbing oleh pembimbing akademik yaitu Ibu Dr. Yuni Sufyanti Arief, S.Kp., M.Kes., pembimbing klinik, Ibu Endang Puri Hayani, S.Kep., Ns., dan juga ibu Wiwik Andayani, S.Kep., Ns. sebagai kepala ruangan yang turut membimbing dalam kelancaran kegiatan yang dilakukan.

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi yang ditandai dengan sulitnya buang air besar atau frekuensi buang air besar yang lebih jarang dari biasanya, seringkali disertai dengan feses yang keras dan sulit dikeluarkan. Pada anak, konstipasi bisa diartikan sebagai buang air besar yang terjadi kurang dari tiga kali seminggu atau yang menyebabkan ketidaknyamanan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup anak, baik secara fisik maupun emosional. Pendidikan kesehatan mengenai topik sembelit atau konstipasi ini menarik untuk diangkat sebagai salah satu fenomena baru yang banyak terjadi pada anak akhir-akhir ini, utamanya pada pasien yang memeriksakan anaknya di Poli Anak Sub Gastro RSUD Dr. Soetomo. Perubahan zaman yang membuat banyak orang tua memilih memberikan gadget yang membuat aktivitas anak menjadi kurang gerak, maupun penggunaan pampers tanpa melatih anak melakukan kebiasaan toilet training sejak dini membuat kasus konstipasi pada anak terus meningkat.

Dalam kegiatan PKRS ini disampaikan beberapa poin penting kepada orang tua maupun kepada anak, yaitu mengenai definisi konstipasi, penyebab konstipasi, cara pencegahan konstipasi, dan juga cara penanganan konstipasi. Akan tetapi, hal yang ditekankan adalah berkaitan dengan bagaimana untuk melatih anak sejak usia 18 bulan yang sudah bisa duduk dan berjalan untuk melakukan toilet training dengan baik, harapannya anak bisa mengenali waktu maupun mengontrol keinginannya untuk buang air besar maupun kecil. Selain itu, ditekankan juga untuk memberikan batasan pada anak dalam pemberian gadget yang dampaknya nyata bagi anak selain dapat menyebabkan konstipasi karena kurang gerak, juga dapat menghambat tumbuh kembangannya karena tidak terstimulus dengan baik.

PKRS ini diikuti oleh puluhan keluarga dan pasien, peserta tampak antusias dengan materi yang diberikan. Terdapat feedback pertanyaan juga dari peserta mengenai, “Berapa batasan waktu mendudukkan anak saat dilakukan toilet training pada anak?” dan “Apa perbedaan sembelit dan konstipasi?”. Pada saat sesi tanya jawab kami tidak membuka banyak pertanyaan karena kondisi poli yang sangat ramai dan PKRS secara tidak langsung menghentikan sementara pelayanan poli. Namun, secara keseluruhan acara Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dapat terlaksana dengan baik dan sasaran dapat memahami informasi yang telah disampaikan. Pada akhir kegiatan PKRS terdapat juga penambahan informasi oleh pembimbing klinik yang menekankan kembali materi yang sudah disampaikan.

Harapannya dengan dilakukan PKRS ini adalah, “Semoga orang tua semakin semangat dalam membiasakan anak sejak dini melakukan toilet training, membiasakan anak untuk beraktivitas, dan juga mencukupi kebutuhan serat pangan maupun cairan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan anak. Walaupun prosesnya tidak mudah, tetapi jika dibiasakan sejak dini maka akan terus memberikan dampak kebaikan pada keberlangsungan hidup anak selanjutnya,” tutur Ibu Endang Puri Hayani, S.Kep., Ns.

 

Penulis : Rahma Nur Hamidah
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT