NERS NEWS – Menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan secara daring yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Desember 2024 melalui platform zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, tenaga medis, hingga masyarakat umum. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah ACT “Aksi Cerdas, Cegah TBC”.
Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk aplikasi praktis dari mata kuliah Keperawatan Masyarakat yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan Unair. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Project-Based Learning (PJBL), yang bertujuan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari dalam konteks nyata dengan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan, khususnya paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, angka kejadian TBC di Surabaya terus menunjukkan angka yang tinggi. Oleh karena itu, penyuluhan tentang pencegahan TBC menjadi sangat penting, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan menghindari faktor risiko penularan.
Penyuluhan ini berfokus pada beberapa hal penting yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah penularan TBC, antara lain:
Pengenalan tentang TBC, penyebab, gejala, dan cara penularannya.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan sehari-hari, termasuk etika batuk yang benar dan pentingnya menjaga kebersihan tangan.
Pentingnya pengobatan yang tepat bagi penderita TBC agar penyakit ini tidak semakin menyebar.
Kewaspadaan terhadap gejala TBC dan kapan harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dalam sesi penyuluhan ini, mahasiswa juga menggunakan metode yang interaktif dan menarik, termasuk tanya jawab langsung dengan peserta dan penyajian materi menggunakan visual yang mudah dipahami. Selain itu, juga disertakan sesi ice breaking berupa kuis untuk menguji pengetahuan peserta mengenai TBC dan langkah-langkah pencegahannya.
Penyuluhan ini diikuti oleh lebih dari 53 peserta yang terdiri dari mahasiswa, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum yang peduli dengan pencegahan TBC. Peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa, terutama saat sesi tanya jawab, di mana banyak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara mencegah TBC di lingkungan mereka.
Salah satu peserta,menyampaikan pendapatnya setelah mengikuti kegiatan ini, “Acara ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang baru belajar tentang TBC. Kami jadi lebih sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan paru-paru dan cara-cara mencegah penularan TBC.” ujarnya.
Acara ini ditutup dengan harapan agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan informasi yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa Unair berharap penyuluhan ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang TBC dan pentingnya tindakan preventif untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Selain itu, diharapkan peserta juga dapat menyebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekitarnya.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin agar lebih banyak orang tahu bahwa TBC adalah penyakit yang bisa dicegah. Penyuluhan ini bukan hanya untuk peserta yang hadir, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan mereka.”
Penulis: Ummu Habibah
Editor: Anindya Putri Ravina (Airlangga Nursing Journalist)




