NERS NEWS – Kepatuhan pasien dengan gangguan jiwa dalam mengonsumsi obat masih jarang dilakukan, yang kemungkinan disebabkan oleh ketiadaan peran keluarga dalam mendukung kepatuhan minum obat tersebut. Apabila obat yang seharusnya dikonsumsi pasien menjadi terhenti, maka akan menyebabkan kekambuhan yang berulang. Oleh karena itu, kelompok 2 Puri Anggrek dari mahasiswa Profesi Keperawatan Stase Jiwa melaksanakan penyuluhan kepada para pasien dan keluarga pasien di ruang Poli Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 6 Desember 2024 di ruang tunggu yang tersedia dan berlangsung dengan antusias baik dari peserta yang hadir.
World Health Organization menyatakan sekitar 24 juta orang atau 1 dari 300 orang (0,32%) masalah kesehatan jiwa menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat. Pengobatan sangat diperlukan dalam mengurangi dan mengendalikan gejala-gejala yang muncul pada pasien skizofrenia. Farmakoterapi yang paling sering digunakan untuk pengobatan skizofrenia adalah penggunaan obat-obat antipsikotik. Namun, manfaat dari obat antipsikotik tidak dapat bekerja apabila penderita tidak patuh dalam minum obat. Kepatuhan minum obat merupakan suatu keadaan ketika pasien minum obat yang tepat, pada waktu yang tepat, dosis yang tepat, jadwal yang benar, dan kondisi yang tepat. Maka dari itu, penting adanya peran keluarga dalam mendukung pasien selama mengonsumsi obat demi kesembuhan dan mencegah kekambuhan.
Penyampaian topik terkait “Peran Keluarga Dalam Mendukung Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien” disampaikan dengan baik oleh pemateri dari kelompok. Acara berlangsung dengan lancar dan para peserta aktif ketika dilakukan review terkait dengan topik yang disampaikan. Harapan dari adanya kegiatan ini adalah keluarga dapat menjadi pengingat, pengawas, pendukung emosional, pemberi edukasi, pencipta lingkungan positif, dan pencegah kekambuhan seperti yang telah disampaikan pemateri. Seseorang akan merasa tenang dan bahagia ketika ada seseorang yang mendukungnya, maka dari itu keluarga hadir untuk melakukannya.
Editor : Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




