NERS NEWS – Tim mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan (PKK) Stase maternitas Kelompok E3 Kelas A1 Angkatan 2022 telah melaksanakan kegiatan promosi kesehatan (PKRS) di Instalasi Rawat Inap Obgyn Rumah Sakit 51动漫 pada hari Jumat, 21 Maret 2025 yang dimulai pada jam 10.00 WIB dengan topik “Tanda Bahaya Nifas.” Selama satu minggu persiapan telah dilakukan mulai dari diskusi topik sampai pembuatan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) hal tersebut dilakukan untuk memastikan penyampaian edukasi dapat bermanfaat untuk khalayak umum. Tim pelaksana terdiri dari 5 Mahasiswa PKK dan selama persiapan didampingi oleh banyak pihak seperti Dr. Mira Triharini, S.Kp., M.Kep selaku dosen pembimbing akademik tim VK, Retnayu Pradanie, S.Kep., Ns., M.Kep selaku dosen pembimbing akademik tim IRNA Obgyn, Yeti Bangun Lestari, S.Keb., Bd & Tuhfatun Nayyira, S.Keb., Bd selaku pembimbing klinik tim IRNA Obgyn, Frida Syamsiana S.Keb., Bd & Bidan Dyfa selaku pembimbing klinik tim VK.
Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan (PKK) diwajibkan untuk melaksanakan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) sebagai bagian dari praktik mereka. Topik yang diangkat yakni mengenai Tanda Bahaya Nifas. Kelompok kami memilih topik “Tanda Bahaya Nifas” karena masa nifas adalah waktu yang rawan bagi ibu setelah melahirkan, di mana perubahan tubuh dan pikiran bisa memicu komplikasi. Kurangnya informasi tentang tanda-tanda bahaya ini dapat menunda penanganan yang tepat. Oleh karena itu, mereka memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga di ruang rawat inap obgyn di Rumah Sakit 51动漫.
Kegiatan penyuluhan kesehatan di rumah sakit dimulai dengan sambutan oleh pembawa acara, diikuti dengan tes awal untuk mengukur pengetahuan peserta. Selanjutnya, materi tentang tanda bahaya masa nifas disampaikan melalui leaflet dan presentasi PowerPoint. Materi tersebut mencakup penjelasan tentang masa nifas (6-8 minggu setelah melahirkan), pentingnya perawatan selama masa nifas untuk kesehatan ibu dan bayi, serta skrining dan edukasi kesehatan bagi ibu nifas. Tanda bahaya nifas yang dijelaskan meliputi perdarahan berlebihan, keluarnya darah nifas yang berbau tidak sedap atau menggumpal, nyeri perut atau punggung, demam tinggi, menggigil, lemas, keringat berlebihan, dan perasaan sedih atau tidak mampu merawat bayi. Pencegahan tanda bahaya nifas ditekankan melalui menjaga kebersihan diri, konsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, dan dukungan keluarga termasuk suami.
Para peserta penyuluhan sangat tertarik dan aktif selama sesi penyampaian materi, karena topik yang dibahas sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Saat sesi diskusi, beberapa pertanyaan diajukan, terutama mengenai penggunaan jamu selama masa nifas. Setelah sesi tanya jawab, pemahaman peserta dievaluasi secara singkat melalui post-test. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan kesehatan ini berjalan lancar dan peserta berhasil memahami informasi yang disampaikan.
Harapan terhadap pelaksanaan PKRS ini diungkapkan oleh salah satu anggota Tim VK. “Semoga kegiatan PKRS tentang tanda bahaya nifas dapat menjadi bahan ilmu untuk ibu ataupun keluarga di masa nifas sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan ibu serta keluarga,” ujar Maharani Gusti Sinatria Putri selaku anggota Tim VK.
Penulis: Luluk Mursidah Mukhofi
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)




