51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Profesi Ners FKp UNAIR Berikan Penyuluhan terkait Manajemen Laktasi

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 3 Angkatan 2025 Fakultas Keperawatan 51动漫 pada Stase Keperawatan Anak sukses menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Laktasi Lancar, Bunda Bahagia, Bayi Sehat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 2 Mei 2025 pukul 11.00 WIB, bertempat di Ruang Perina Lantai 5, Rumah Sakit 51动漫.

Penyuluhan ini ditujukan bagi ibu menyusui dan keluarga yang sedang mendampingi, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Pemberian ASI tidak hanya berperan penting dalam tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi fondasi kesehatan jangka panjang bagi bayi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan metode ceramah dan diskusi dua arah. Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan merespons materi. Peserta dapat memahami materi dengan baik dan mampu mengidentifikasi solusi atas permasalahan yang sering dialami saat menyusui, seperti ASI yang kurang lancar atau teknik menyusui yang belum tepat.

Dalam penyampaian materi, pemateri menjelaskan bahwa manajemen laktasi adalah upaya untuk mengoptimalkan produksi dan pemberian ASI kepada bayi. Salah satu tantangan yang sering dihadapi ibu menyusui adalah produksi ASI yang dirasa kurang, terutama pada hari-hari awal setelah persalinan. Untuk mengatasi hal tersebut, penting bagi ibu untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), menyusui secara rutin dan tanpa jadwal, serta menjaga asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup. Selain itu, pemateri juga menekankan bahwa sebenarnya tidak ada pantangan makanan khusus bagi ibu menyusui, kecuali jika ibu atau bayi memiliki alergi tertentu. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan menjaga kesehatan mental sangat dianjurkan untuk mendukung kelancaran produksi ASI. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan juga merupakan faktor kunci dalam keberhasilan menyusui.

Peserta penyuluhan juga mendapatkan informasi mengenai tanda-tanda bayi cukup ASI, posisi menyusui yang benar, serta solusi jika terjadi masalah seperti puting lecet atau bayi bingung puting. Leaflet edukatif turut dibagikan untuk memperkuat pemahaman dan bisa dibaca kembali di rumah. Berdasarkan hasil evaluasi, mayoritas peserta mengaku lebih memahami pentingnya ASI eksklusif, cara memperlancar ASI, dan merasa termotivasi untuk terus menyusui bayinya.

Melihat antusiasme dan dampak positif dari kegiatan ini, penyelenggara berharap agar edukasi mengenai manajemen laktasi dapat dilakukan secara rutin, tidak hanya di rumah sakit tetapi juga di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya maupun komunitas masyarakat. Edukasi berkelanjutan diharapkan dapat membantu ibu menyusui menghadapi tantangan dengan percaya diri dan meningkatkan angka keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Dengan dukungan semua pihak tenaga kesehatan, keluarga, dan institusi, pemberian ASI eksklusif dapat lebih maksimal, sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal dan generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas.

 

Penulis : Eka Retno Wulandari
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT