51

51 Official Website

Ayo Kenali Speech Delay di Poli Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Menur Surabaya

NERS NEWS – (Senin, 26 Mei 2025) – Penyuluhan “Ayo Kenali Speech Delay” di Poli Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Menur Surabaya – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kesehatan mental anak dan remaja, 51 bersama Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya mengadakan penyuluhan dengan tema “Ayo Kenali Speech Delay”. Kegiatan ini berlangsung di Poli Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Menur, dan dihadiri oleh pasien serta keluarga mereka.

Pelaksanaan Kegiatan

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang dilanjutkan dengan perkenalan anggota tim, penyampaian kontrak waktu, serta tujuan penyuluhan. Setelah sambutan singkat dari tim penyuluh, kegiatan berlanjut ke sesi utama.

Sebelum pemaparan materi, peserta diminta untuk mengisi pre-test guna mengetahui pemahaman awal mereka terkait keterlambatan bicara (speech delay). Materi kemudian disampaikan oleh Kharisma Damayanti dan Rahma Nadya, dari 51.

Materi Penyuluhan

Dalam pemaparannya, Kharisma Damayanti menjelaskan bahwa speech delay adalah kondisi keterlambatan kemampuan berbicara anak dibandingkan tahapan normal usianya. “Speech delay bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti gangguan pendengaran, kurangnya stimulasi, hingga penggunaan gadget berlebihan,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini dan peran aktif keluarga dalam memberikan stimulasi yang konsisten.

Rahma Nadya menambahkan bahwa intervensi bisa dilakukan di rumah melalui kegiatan seperti membacakan cerita, bermain kata, membatasi penggunaan gadget, dan memberi pujian saat anak berusaha berbicara. “Kunci dari keberhasilan terapi adalah konsistensi dan dukungan penuh dari keluarga,” ujarnya.

Sesi Tanya Jawab dan Evaluasi

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta mengajukan pertanyaan seputar tanda-tanda speech delay dan langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan di rumah. Para pemateri menjawab secara rinci dan memberikan contoh kegiatan yang mudah dilakukan sehari-hari.

Soviya Oktaviana selaku fasilitator menambahkan bahwa speech delay bukan akhir dari segalanya, dan dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat menunjukkan kemajuan signifikan. “Dukungan emosional dan komunikasi yang hangat sangat penting bagi perkembangan bicara anak,” tegasnya.

Setelah sesi materi, peserta diminta untuk mengisi post-test guna mengevaluasi peningkatan pemahaman mereka. Acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi peserta aktif serta sesi foto bersama antara panitia dan peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga pasien dapat lebih memahami pentingnya deteksi dini dan intervensi dini dalam menghadapi speech delay. Pendekatan edukatif seperti ini merupakan bentuk nyata kolaborasi akademik dan klinik dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan gangguan perkembangan bahasa.

Penulis : Soviya Oktaviana
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT