51动漫

51动漫 Official Website

Edukasi Psikofarmaka bagi Pasien Jiwa, Mahasiswa Ners UNAIR Laksanakan PKRS di Poliklinik RSJ Menur Surabaya

NERS NEWS — Surabaya, 27 Mei 2025 – Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan khusus, termasuk melalui terapi dengan obat jiwa atau yang dikenal sebagai psikofarmaka. Mahasiswa profesi Ners Fakultas Keperawatan 51动漫 angkatan 2021 mengadakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung pada hari Selasa, 27 Mei 2025, mengenai psikofarmaka menjadi bagian penting dalam proses pengobatan pasien dengan gangguan kejiwaan.

Apa itu psikofarmaka? Psikofarmaka adalah kelompok obat yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk membantu menstabilkan kondisi psikologis seseorang. Jenis obat ini digunakan untuk menangani berbagai gangguan jiwa seperti depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya. Psikofarmaka terdiri dari beberapa golongan, antara lain antipsikotik, antidepresan, ansiolitik (anti-kecemasan), dan penstabil mood.

Siapa yang berwenang memberikan obat ini? Obat jiwa hanya bisa diberikan oleh tenaga medis yang berkompeten, terutama psikiater, setelah pasien menjalani pemeriksaan dan diagnosis menyeluruh. Setiap pasien akan diberikan jenis dan dosis obat yang berbeda, tergantung pada kondisi klinis dan respons terhadap pengobatan. “Obat jiwa tidak bisa diberikan sembarangan. Kami menyesuaikan dosis dan jenis obat berdasarkan kondisi dan respons tiap pasien,” ujar iffi selaku mahasiswa.

Kapan dan di mana pengobatan dilakukan? Layanan Poliklinik Jiwa RSJ Menur tersedia pada hari kerja, di mana pasien datang untuk berkonsultasi dan mendapatkan resep pengobatan. Pengobatan tidak berhenti di satu kali pertemuan, melainkan dilanjutkan dengan kontrol rutin agar kondisi pasien dapat terus dipantau.

Mengapa penting memahami psikofarmaka? Masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan keliru terhadap obat jiwa, seperti anggapan bahwa obat ini menyebabkan ketergantungan. Padahal, penggunaan obat jiwa yang tepat justru membantu pasien lebih stabil secara emosional dan berfungsi kembali dalam kehidupan sehari-hari. “Obat jiwa tidak membuat ketergantungan bila digunakan sesuai resep dan pengawasan dokter,” ujar lisa selaku mahasiswa. Bagaimana proses pengobatan berjalan? Setelah konsultasi, pasien akan menerima resep dan diarahkan untuk mengambil obat di instalasi farmasi rumah sakit. Selanjutnya, pasien diminta untuk rutin melakukan kontrol guna mengevaluasi efektivitas obat dan memantau kemungkinan efek samping.

Dengan pemahaman yang tepat mengenai psikofarmaka, diharapkan masyarakat dapat lebih menerima pengobatan gangguan jiwa sebagai bagian dari perawatan medis yang wajar dan penting. Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang profesional dan ramah pasien.

 

Penulis : Arsy Cahya Ikhsanty
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT